Jakarta, Bimas Islam --- Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama yang digagas oleh Kementerian Agama secara resmi diluncurkan oleh Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi.
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan program ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi penceramah agama.
“Ini penting untuk kemajuan umat beragama,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, Jumat (18/9).
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini mengatakan target utama sosialisasi kali ini adalah Ormas dan Lembaga Keagamaan Islam.
Peraih gelar Ph.D dari Bonn University Jerman ini mengatakan Ditjen Bimas Islam akan melaksanakan Angkatan I pada tanggal 30 September s.d 2 Oktober 2020 mendatang.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi yang turut meluncurkan program tersebut mengatakan ini adalah program pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan.
Wamenag menegaskan bahwa program ini bukanlah sertifikasi penceramah agama, tapi lebih ke pembinaan teknis dalam rangkat penguatan kompetensi penceramah agama. Program ini tidak hanya dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam, tapi juga Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, serta Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Pusbindik) Khonghucu.
“Para penceramah harus siap dengan berbagai kemungkinan perubahan dunia yang kadang datang tanpa diprediksi. Kita harus responsif terhadap apa yang terjadi di dunia, agar bangsa ini dapat merumuskan respon terbaik untuk tetap menjadi bangsa yang harmoni dalam keberagaman,“ katanya.
(Humas Bimas Islam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



