Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, dan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (IDP Kemenlu), Siti Nugraha Mauludiah menjalin kolaborasi untuk mempromosikan Islam Indonesia serta merencanakan pengadaan Atase Agama di Kedutaan Besar Indonesia di luar negeri.
Kamaruddin mengungkapkan pentingnya eksistensi Atase Agama untuk pelayanan keagamaan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Kamaruddin menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kemenlu untuk pengusulan ini.
"Tindak lanjut pengupayaan naskah akademik Atase Agama telah selesai dibuat dan akan segera dikirimkan ke lembaga terkait," kata Kamaruddin dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Menurutnya, Atase Agama sangat krusial dalam menjamin dan mengakomodir kebutuhan WNI di luar negeri.
"Selanjutnya, kami mengajak Kemenlu untuk memperkuat kerja sama dalam mempromosikan Islam Indonesia kepada dunia," lanjut Kamaruddin.
Ia percaya, Islam Indonesia layak dipromosikan sebagai referensi keislaman yang tidak hanya merujuk kepada Timur Tengah. "Sehingga apabila dunia berbicara mengenai islam, referensinya bukan hanya Timur Tengah, tapi Indonesia. Ini perlu dipromosikan, disuarakan di panggung-panggung global, internasional. Nah, saya mengajak Kemenlu untuk bersinergi," ucapnya.
Langkah tindak lanjut tersebut akan melibatkan dialog dengan negara-negara maju dan pertukaran tokoh keagamaan untuk mendiskusikan Islam di Indonesia. "Perlu ada kerja sama antara Kemenag sebagai Kementerian yang mengurusi agama, yang punya sumber daya agama, dan Kemenlu yang memiliki amanah terkait luar negeri. Substansinya di Kemenag dan instrumennya di Kemenlu," tambahnya.
Pembahasan terakhir adalah keterlibatan Indonesia dalam kerja sama Internasional Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) yang diwakili Kemenag. Kamaruddin menjelaskan kepada Kemenlu tentang kehadiran Kemenag sebagai Co-Chair di PaRD, bersama dengan Jerman, Denmark, Amerika, Inggris, Kanada, Finlandia, dan Norwegia, yang menunjukkan posisi strategis dalam memperkenalkan Islam Indonesia kepada dunia.
Direktur Jenderal IDP Kemenlu, Siti Nugraha Mauludiah, menyambut positif kolaborasi ini dan bersedia membangun kemitraan ke depan untuk mendukung Kemenag sebagai anggota PaRD.
Fn/Mr



