Kutai Kartanegara, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin meresmikan Program Percontohan (Proper) Daerah Binaan Ditjen Bimas Islam di Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya Dirjen Bimas Islam mengatakan, agama menempati posisi dan peran kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. "Dalam kehidupan bangsa yang multi agama, pelaksanaan keseharian masyarakat Indonesia senantiasa berada di bawah naungan ketaatan pada landasan negara dan konstitusi," katanya, Selasa (03/11).
Dalam konteks holistik negara, dikatakan Dirjen, posisi agama secara inheren menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya dan program pembangunan yang dijalankan. Hal ini merupakan bagian yang terintegrasi di dalam kerangka pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil, demokratis dan sejahtera (RPJP Nasional 2005-2025).
“Saya sangat mengharapkan Pemerintah Daerah juga memberikan dukungan secara aktif agar program ini berjalan berkelanjutan minimal dalam kurun waktu tiga tahun, sudah bisa menjadi sebagai daerah percontohan sehingga manfaatnya berkesinambungan dan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan. Karena
Program percontohan ini tidak bisa berjalan sesuai harapan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Program Percontohan Daerah Binaan yang sudah dilakukan sejak Tahun 2018 merupakan kolaborasi empat Direktorat: Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Penerangan Agama Islam, Direktorat Zakat dan Wakaf, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, serta Kesekretariatan.
Hadir dalam launching Proper, antara lain Plt. Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar, Direktur Urusan Agama Islam Mohammad Agus Salim, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor, Kakanwil Kemenag Kalimantan Timur Masrawan, Kakankemenag Kutai Kartanegara Mukhtar, jajaran Pemda Kabupaten dan segenap petugas KUA beserta Penyuluh se-Kabupaten Kutai Kartanegara.
(Humas Bimas Islam)



