Kondisi tersebut menyisakan duka yang mendalam bagi banyak orang. Konflik yang terus berlanjut menarik empati bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Kementerian Agama menggelar Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Dalam acara tersebut, bantuan kemanusiaan diberikan Kementerian Agama untuk Palestina melalui LAZISNU dan LAZIZMU senilai Rp41 miliar lebih, sedangkan DWP Kemenag senilai Rp3 miliar lebih.
Suasana menjadi hening saat sesi doa dimulai. Suara-suara lembut dari enam anak-anak Indonesia yang mewakili masing-masing agamanya memohon agar kedamaian dan keadilan dapat meliputi tanah Palestina yang terluka.
Kerumunan penonton juga bersimpuh, mengalunkan doa-doa yang tulus, suara doa yang tenang, namun penuh dengan kekuatan spiritual, mengalir sebagai harapan akan kedamaian.
Sesi berikutnya, seniman dan sastrawan tampil satu per satu di depan kerumunan dengan hati yang penuh kepedulian, bermula dari KH. Zawawi Imron, Sosiawan Leak, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), dan lainnya. Mereka membacakan puisi yang sarat dengan pengharapan akan kedamaian bagi Palestina. Suara yang penuh dengan emosi meresap dalam setiap baris puisi, menggambarkan penderitaan yang dirasakan oleh warga Palestina dan impian untuk hidup dalam keadaan damai.
Setelah acara selesai, suasana haru tetap terasa. Orang-orang meninggalkan ruangan dengan hati yang penuh rasa persaudaraan kuat untuk terus mendukung perdamaian di Palestina.
Pembacaan puisi dan doa bersama lintas agama untuk Palestina menjadi perhelatan yang menggugah hati, menumbuhkan kepekaan terhadap kepedihan dan keinginan kuat untuk membawa perubahan. Ada kekuatan kata-kata yang diucapkan, baik bentuk puisi maupun dalam bentuk doa.
“Momen ini adalah ekspresi solidaritas keprihatinan atas kondisi sulit yang dialami Palestina. Semua agama di Indonesia bersama-sama menyuarakan pesan perdamaian,” ujar Direktur Urais dan Binsyar Kemenag, Adib kepada wartawan Bimas Islam.
Menurut Adib, kehadiran enam agama dalam acara ini juga memperlihatkan bahwa solidaritas lintas agama dan budaya dapat menjadi kekuatan untuk mengatasi konflik perang di Palestina.
“Ini bukan tentang iman, tapi kemanusiaan,” tegasnya.
Diketahui, Untaian doa Puisi untuk Palestina merupakan bagian dari rangkaian Hari Amal Bhakti ke-78 Kemenag. Acara dihadiri Menag, Wamenag, pejabat Eselon I, II, III Kemenag, Ormas Islam, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.
Wcp/Mr
*Fotografer Shandry F Nanere
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



