“Saat ini, jumlah buku sudah mencapai 600. Kami menargetkan agar bisa mencapai 1.000 koleksi buku sebagai salah satu syarat untuk memperoleh akreditasi dari Perpusnas RI,” ujar Jamaluddin saat dihubungi wartawan, Jumat (2/2/2024).
Selain itu, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan di Kabupaten Sidrap untuk meningkatkan literasi melalui studi banding ke Perpustakaan Masjid Nurul Ihsan.
“Kami berencana melakukan kerja sama dengan sekolah di Sidrap untuk meningkatkan literasi melalui studi banding ke Perpustakaan Masjid Nurul Ihsan,” terang Jamaluddin.
Keberadaan Perpustakaan Masjid Nurul Ihsan, menurutnya, memberi dampak positif terhadap kehadiran jemaah di masjid, terutama anak-anak, karena tersedia tempat untuk menulis dan menggambar. “Kesuksesan ini tidak terlepas dari keberadaan dua pustakawan berpengalaman, Hariani dan Bahtiar, lulusan Ilmu Pustaka,” imbuhnya.
Terkait itu, Kasubdit Kepustakaan Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Nur Rahmawati mengatakan, keberhasilan Perpustakaan Masjid Nurul Ihsan meraih NPP merupakan hasil dari partisipasi dalam diklat online yang digelar Perpusnas RI selama 5 hari pada September 2023 melalui aplikasi Pusdiklat Kantaka Perpusnas RI.
Nur Rahmawati mengatakan, perpustakaan ini termasuk dalam 43 perpustakaan masjid yang diusulkan oleh Subdirektorat Kepustakaan Islam untuk mengikuti diklat melalui Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Kompetensi Pengelola Perpustakaan pada Juli 2023.
“Keberhasilan Perpustakaan Masjid Nurul Ihsan memperoleh NPP menjadi bukti bahwa SDM pengelolanya telah teruji, tahapan panjang dan tidak mudah pasti dilalui, mulai dari wawancara, pengisian kuesioner, dan lainnya,” ungkap Nur Rahmawati kepada wartawan di Jakarta.
Ia berharap, Perpustakaan Masjid Nurul Ihsan dapat menjadi pusat literasi keagamaan dan sumber inspirasi bagi perpustakaan masjid di seluruh Indonesia.
“Kami berharap perpustakaan ini menjadi percontohan, menginspirasi perpustakaan masjid di seluruh Indonesia untuk menjadi rujukan literasi keagamaan di masyarakat,” pungkas Nur Rahmawati.
Sebagai informasi, Perpustakaan Masjid Nurul Ihsan merupakan salah satu dari 98 perpustakaan yang mendapat bantuan dana sebesar Rp50 juta untuk pengembangan literasi keagamaan di perpustakaan masjid dari Subdirektorat Kepustakaan Islam Kemenag sejak 2021 hingga 2023.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



