Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2020 di Hotel Redtop, Jakarta. Rakernas yang mengusung tema "Moderasi Beragama, Umat Rukun, Indonesia Maju" itu diikuti 372 peserta yang terdiri dari Pejabat Eselon I dan II Pusat, Kakanwil Kemenag Provinsi, serta Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) seluruh Indonesia.
Memasuki hari kedua pelaksanaan Rakernas, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin berkesempatan memaparkan capaian kinerja satuan kerja yang dipimpinnya sepanjang 2015-2019. Dalam paparan yang dilengkapi tayangan video pendek itu, Dirjen menyebut selama lima tahun, pihaknya telah mencetak dan mendistribusikan sejumlah 735ribu eksemplar Alquran, jutaan Juz Amma, dan Terjemah Alquran ke seluruh Indonesia. Selain itu, Bimas Islam juga telah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 221 milyar untuk membantu pembangunan 3.356 unit masjid dan mushalla di tanah air.
Sepanjang tahun itu pula, Bimas Islam mengucurkan dana hingga Rp 1 trilyun untuk membangun 834 unit Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pembangunan itu, dikatakannya, guna mewujudkan pelayanan publik di KUA yang memenuhi standar layanan, kenyamanan, estetika, dan kesehatan. Seiring dengan itu, imbuhnya, indeks layanan KUA juga melonjak naik dalam lima tahun terakhir.
Terkait Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Dirjen menambahkan, pihaknya telah menggelar bimbingan bagi 405.776 calon pengantin di seluruh Indonesia. “Bimwin dilaksanakan sebagai upaya untuk membangun ketahanan keluarga serta mengurangi risiko kelahiran stunting,” demikian ia menjelaskan.
Tak hanya itu, dalam paparannya Dirjen menyebut bahwa instansi yang dipimpinnya juga memperoleh PNBP Award dari Kementerian Keuangan untuk kategori PNBP terbesar pada peristiwa nikah dan rujuk. Untuk diketahui, pada tahun 2019, PNBP dari sektor nikah dan rujuk mencapai angka Rp 984 Milyar.
“Di bidang penerangan agama Islam, Ditjen Bimas Islam juga mempunyai 5.099 tenaga penyuluh agama di seluruh Indonesia yang bertugas membimbing umat dan mensosialisasikan program pemerintah dengan pendekatan yang persuasif dan inklusif,” tambahnya.
Selain itu, di bidang seni membaca Alquran, Bimas Islam juga mengawal lahirnya qari/qari’ah terbaik yang meraih prestasi di tingkat dunia. “Mereka menjuarai musabaqah internasional di Turki, Yordania, Iran, Malaysia, Thailand, dan Bahrain,” katanya.
Sementara di bidang pemberdayaan zakat, dikatakan Dirjen, satuan kerjanya telah meresmikan 15 pilot project Kampung Zakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang tersebar di sejumlah provinsi. “Program ini berjalan berkat kerjasama dengan BAZNAS dan lembaga-lembaga amil zakat dengan tujuan memberdayakan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dan sosial masyarakat ekonomi lemah melalui pengelolaan dana zakat,” urainya.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen menekankan pula bahwa pihaknya terus berkomitmen melayani masyarakat tanpa diskriminasi. Komitmen itu diwujudkan dengan membuat program yang ditujukan bagi penyandang disabilitas, antara lain penerbitan Kitab Suci Alqur’an edisi braile, buku fiqih ibadah braile, festival budaya tuna netra, bantuan bagi lembaga tuna rungu, hingga pelaksanaan MTQ Disabilitas.
Dirjen mengakhiri uraiannya dengan menunjukkan sejumlah program yang ditujukan bagi generasi milenial, sebagai bukti bahwa layanan Bimas Islam terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Program tersebut antara lain lomba vlog situs budaya Islam di Nusantara, lomba animasi zakat wakaf, lomba video pendek seni budaya Islam, hingga acara kumpul blogger, dan Zakat Wakaf Goes To Campus.
Rakernas Kemenag Tahun 2020 berlangsung selama tiga hari. Rakernas itu dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada Rabu kemarin (29/01), dan menurut jadwal akan ditutup oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi pada Jumat (31/01).
Turut hadir dalam pembukaan antara lain Wakil Menteri Agama, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Haryono. Hadir pula, Dewan Pengawas BPIP Try Sutrisno, serta sejumlah tokoh di antaranya Wisnu Bawa Tenaya, Sudhamek, Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, dan KH Said Aqil Siradj, serta Pimpinan Majelis-majelis Agama.
nhk/ska
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



