Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemasjidan bersama 200 lebih orang peserta dari unsur Kepala Bidang dan Seksi Bidang Urais Kementerian Agama di daerah melalui perangkat zoom, Kamis (17/9) mulai pukul 09.00 hingga 11.00 wib.
Dalam pengantarnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim menyampaikan tiga program utama Bidang Kemasjidan, antara lain terkait bimbingan, layanan dan pemberdayaan.
“Ada tiga program utama yang menurut saya harus diperhatikan dalam pelaksanaan hingga level daerah, yaitu pertama bimbingan yang meliputi kompetensi imam masjid, manajemen takmir masjid dan binaan remaja masjid, kedua layanan terkait pendataan masjid dan mushola berbasis sistem informasi serta dalam bentuk pemberdayaan bagi masjid dan mushola berupa bantuan rehab, operasional hingga bentuk kerjasama dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat” jelas Agus.
Ditambahkan Agus bahwa dalam menjadikan Masjid dan Mushola sebagai sarana utama peribadatan umat Islam selanjutnya harus diarahkan pula pada upaya penyelesaian permasalahan umat seperti giat membangun kerukunan umat beragama, perekonomian serta pendidikan yang lebih luas.
Dalam kesempatan yang sama, hadir sebagai Narasumber di sesi akhir pertemuan Zoom Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamarudin Amin yang menyampaikan pesan moderasi beragama sebagai citra terbaik bagi wajah rumah ibadah di Indonesia. Titik tekan Dirjen terutama diarahkan pada dua hal, yaitu penguatan literasi keagamaan Islam bagi kalangan takmir masjid serta konten ceramah keagamaan yang menjadi pegangan penting dalam keharmonisan hidup di masyarakat.
“Dalam hal pembinaan takmir masjid, ada perhatian yang perlu direspon pertama literasi keagamaan yang masih dalam kategori rendah, sehingga belum bisa memfilter penceramah berkualitas, sehingga ketika merespon dinamika keagamaan tampak muncul tanggapan yang kurang memadai, dan ini menurut saya perlu perhatian serius, karena kita tidak hanya membangun fisik tapi juga literasi keagamaan dan selanjutnya yang kedua tentu adalah semangat dalam menerapkan gagasan moderat di lingkungan masjid, jangan sampai ada sikap ekstrim yang disebabkan adanya perbedaan”, ungkap Dirjen.
Mendorong perhatian tersebut lanjut Dirjen, harus segera diterapkan dalam bentuk program dan kegiatan yang terarah, disertai dengan pengalokasian anggaran yang mendukung.
Mendorong perhatian tersebut lanjut Dirjen, harus segera diterapkan dalam bentuk program dan kegiatan yang terarah, disertai dengan pengalokasian anggaran yang mendukung.
Dalam pengantar akhir pertemuan berdurasi dua jam dengan akses daring masing-masing peserta, pesan narasumber akan pentingnya memperhatikan aspek protokol kesehatan baik dalam ruang peribadanan, pekerjaan maupun aktifitas sosial di masyarakat.
(Syafaat/bimasislam)



