Jakarta, Bimas Islam – Budayawan Nasional K.H. D Zawawi Imron menyampaikan refleksi Maulid Nabi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan Tahun 1445 H/2023 M yang digelar Kementerian Agama di Gedung Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (28/9/2023) malam.
“Mari kita renungkan sabda Nabi Muhammad SAW, Allah itu Maha Indah, sangat mencintai keindahan. Keindahan yang dimaksud adalah keindahan budi pekerti dan akhlak kepada semesta alam,” paparnya.
Menurut Kiai Zawawi Imron, Indonesia merupakan negeri terindah di dunia, sehingga wajib disyukuri dan dirawat. “Kalau ingin tetap subur, makmur, dan indah, harus diurus dan dikelola dengan hati yang bersih dan budi pekerti yang indah,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, anak bangsa boleh berbeda adat, suku, dan agama, tapi tetap harus bersatu dalam ke-Indonesiaan. "Karena setiap hari meminum air dari tanah Indonesia dan kemudian menjadi darah yang mengalir di tubuh. Kita semua bersujud di atas bumi Indonesia yang berarti Indonesia adalah sajadah tempat kita bersujud kepada Allah," ucapnya.
Selain itu, alasan lain untuk mencintai Indonesia adalah karena ketika mati, akan tidur dalam pelukan bumi pertiwi. Daging yang kelak membusuk akan kembali bersatu dengan tanah Indonesia.
"Maka tidak ada alasan untuk tidak cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia," tegas kiai berjuluk 'Penyair Celurit Emas' kelahiran 1 Januari 1945 itu.
Ia juga menyebut, Indonesia adalah ibu. Siapa pun yang cinta kepada sang ibu, tidak akan mengisinya dengan dosa, maksiat, permusuhan, kebencian, dan adu domba.
"Tanah air Indonesia (juga) adalah sajadah kita. Siapa yang mencintainya harus menanaminya dengan benih-benih keimanan, ketakwaan, kemakmuran, kesuburan, dan kreativitas. Tanah air Indonesia adalah sajadah kita, tempat kita bersujud kepada Allah. Inilah (tanah air) milik kita yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945," tegas Kiai Zawawi.
Indonesia, Negeri Potongan Surga
Kiai Zawawi Imron menceritakan, pada Konferensi Islam Asia-Afrika di Bandung tahun1964, utusan Mesir Syekh Mahmoud Syaltout mengatakan, Indonesia merupakan kepingan surga.
"Kita tahu Mesir terdiri dari padang sahara yang luas. Kesuburan hanya terdapat di tepian sungai Nil. Syekh Mahmoud Syaltout, Rektor Al-Azhar, utusan Mesir itu yang negerinya terdiri dari padang sahara tandus, begitu sampai di Indonesia beliau terpesona, kagum terhadap alam Indonesia," kata Kiai Zawawi.
Dengan kalimat-kalimat sastra, ia menyebut bahwa Syekh Mahmoud ketika itu menyaksikan alam Indonesia berupa gunung biru berselendang awan, hamparan padi menguning yang di atasnya burung-burung kecil menyanyikan keagungan Tuhan.
Kemudian di tepi-tepi laut ada pemandangan buih-buih putih sedang berkejaran untuk menciumi bibir pantai. Sementara di beberapa pantai lain, ada daun nyiur melambai yang mengucapkan selamat datang kepada para pahlawan, yakni para nelayan yang membawa ikan dari laut.
An/Mr
*Fotografer: Luthfi



