“Tahun 2024 adalah akhir dari periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Kita akan memasuki fase baru. Ada banyak agenda yang mesti dipersiapkan menyambut era yang penuh tantangan di masa mendatang,” ungkap Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Adib.
Adib mengatakan, Ditjen Bimas Islam menekankan pentingnya langkah strategis yang mesti diambil dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Rakernas ini menjadi momentum penting untuk berkolaborasi dan menyatukan visi dalam mencapai cita-cita besar bangsa.
“Keabsahan Rakernas 2024 menjadi titik awal untuk merumuskan langkah-langkah konkret menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Berikut 14 Rencana Aksi yang ditetapkan:
Bidang Bina KUA dan Keluarga Sakinah meliputi Revitalisasi KUA dan dukungan anggaran yang memadai termasuk BOP, penajaman Revisi PMA Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan, kajian dan analisis terkait pembayaran Jasa Profesi bagi Penghulu, Bimbingan Perkawinan dan integrasi SIMKAH.
Bidang Pemberdayaan Zakat dan Wakaf meliputi Project Management Unit (PMU) KUA sebagai Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, Program Kampung Zakat, dan Kota Wakaf, penguatan kebijakan Kemenag pada Pengelolaan Zakat, percepatan Sertifikasi dan Ruislagh Tanah Wakaf, dan pengembangan Sistem Informasi.
Bidang Penais meliputi, Implementasi 1.000 Kampung Moderasi Beragama (KMB) yang tidak hanya seremonial, peningkatan jumlah dai yang dikirim ke daerah 3T, serta memperkuat dan mempertegas tugas dan fungsi Majelis Dai Kebangsaan (MDK).
Bidang Urais Binsyar meliputi, penyusunan Juklak dan Juknis Deteksi Dini Konflik Keagamaan dan Integrasi Sistem Pelaporan Deteksi Dini Konflik Keagamaan, percepatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), dan Penguatan Digitalisasi Buku Keagamaan.
Rakernas Ditjen Bimas Islam digelar Jumat hingga Minggu (23-25/2/2024), dihadiri 250 orang yang terdiri dari unsur Pejabat Eselon I lingkup Kemenag, Kabid pada fungsi Bimas Islam Kanwil Kemenag di 34 provinsi, pejabat Eselon II, III, IV, dan pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam, BAZNAS, Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), serta 1.000 peserta lainnya, terdiri dari Kakankemenag kabupaten/kota se-Indonesia beserta jajarannya. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



