Booth stand Kemenag mengusung tema 'Kemenag Mencerminkan Upaya Layanan yang Transformatif, Moderasi Beragama, dan Muda'. Tema ini dipilih untuk merefleksikan komitmen Kemenag dalam mencegah korupsi pada layanan publik.
Pranata Humas Kementerian Agama, Dodo Murtado mengatakan, tema tersebut mencerminkan upaya pencegahan korupsi dengan memanfaatkan transformasi, moderasi, dan pendekatan yang relevan dengan generasi muda.
"Digitalisasi layanan Kemenag merupakan langkah konkret dalam pencegahan korupsi. Dengan menghubungkan semua layanan ke publik secara digital, kita berharap dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan mengurangi potensi korupsi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN)," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Pameran ini dianggap sebagai momentum penting bagi Kemenag untuk mendeklarasikan komitmennya dalam upaya pencegahan korupsi dan memberi edukasi kepada masyarakat. Dodo menekankan, pameran ini menjadi medium transparansi publik untuk menyampaikan pencapaian dan inisiatif yang tengah dilakukan Kemenag.
Booth Kemenag akan menampilkan kitab suci lintas agama dalam terjemahan bahasa asing dan braille. Selain itu, booth tersebut akan menampilkan video layanan, ayat pencegahan korupsi dari enam agama, serta produk dan suvenir unggulan Kemenag. Inisiatif ini bertujuan untuk memberi pesan pencegahan korupsi melalui berbagai media yang dapat diakses berbagai kalangan masyarakat.
Partisipasi Kemenag dalam Harkodia 2023 diharapkan dapat menggambarkan bahwa Kemenag tidak hanya fokus pada pelayanan agama, tetapi juga serius dalam upaya pencegahan korupsi, sekaligus memberi gambaran jelas kepada publik mengenai peran dan fungsi layanan Kemenag.
Fn/Mr



