Yogyakarta, Bimas Islam --- Beberapa waktu lalu presiden Jokowi menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah dengan penanganan virus corona (covid-19) terbaik dan disusul Provinsi Aceh. Keberhasilan Yogyakarta dalam mengendalikan laju covid-19 tentu atas kerjasama banyak pihak, salah satunya terdapat peran penyuluh agama Islam (PAI) yang dinilai berhasil menjadi juru bicara pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Penyuluh Agama Islam dan Sistim Informasi Kanwil Kemenag Yogyakarta, Nur Rokhman kepada Bimas Islam, (27/7).
Dikatakan Nur Rokhman, peran PAI sangat penting karena sebagai tokoh masyarakat mereka menjadi corong pemerintah. Apa yang disampaikan penyuluh dalam menyampaikan kebijakan pemerintah seperti menyampaikan surat edaran Menteri Agama terkait pentingnya protokol kesehatan dan panduan ibadah seperti shalat idul fitri dan tarawih bisa dilaksanakan dengan baik berkat koordinasi yang baik dengan para penyuluh.
“Jadi, selama Covid-19 ini para penyuluh agama Islam konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan. Apa yang disampaikan penyuluh ini menjadi sesuatu yang ditaati oleh masyarakat atau kelompok bimbingan Penyuluh Agama Islam, dan selama ini SE disosialisasikan dan diterima dengan baik”, ungkap Nur Rokhman.
Status Tanggap Darurat Bencana (STDB) yang diterapkan D.I. Yogyakarta, lanjut Nur Rokhman, betul-betul menjadi tolok ukur dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari masyarakat Yogyakarta, tak terkecuali di perkantoran. Masyarakat Yogyakarta, menurutnya sangat menghargai terkait dengan SE (Surat Edaran-red) yang ada, baik dari gubernur maupun pemerintah pusat. Hal itu, menurutnya tidak lain karena ada peran penyuluh dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah soal penanganan covid-19.
Penyuluhan secara Online
“Walaupun ada pandemi Covid-19 kita berupaya memaksimalkan kinerja penyuluh agama Islam atau lembaga Islam lainnya, salah satu kegiatannya itu melalui media onlie, seperti youtub atau platform yang lain”, ujar Nur Rokhman dengan penuh optimis.
Tugas PAI, Nurrohman menambahkan intinya adalah memberi informasi dan edukasi, memberikan advokasi sekaligus memberikan penerangan kepada masyarakat. Terkait peran PAI selama pandemi, ia kembali menegaskan bahwa penyuluh memiliki andil yang cukup strategis.
“Insya Allah para penyuluh Agama Islam di Yogyakarta ini bisa andil walaupun di tengah pandemi Covid-19 berupa kegiatan-kegiatan penyuluhan dan itu bisa di lihat di link atau kanal-kanal media sosial penyuluh agama Islam Yogyakarta”, tegasnya.
Apa kuncinya hingga kerja-kerja penyuluhan di Yogyakarta bisa tetap dilaksanakan meski sedang ada wabah covid-19. Menjawab ini Nur Rokhman mengungkapkan kuncinya adalah ada pada sistim koordinasi yang dibangun dengan baik.
“Alhamdulillah berkat koordinasi antara penyuluh yang ada di lapangan dengan kelompok kerja penyuluh, Bimas Islam Kabupaten serta dengan Bidang Penais Zawa di tingkat provinsi berjalan dengan sangat baik. Karena koordinasi saat ini tidak harus secara langsung, bisa melalui online, bisa pakai zoom, google meeting, dan lainnya," pungkasnya.
(syamsuddin/foto: IDEApers)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



