"Ini adalah amanah besar yang sangat penting bagi kita semua, yang memiliki tanggung jawab terhadap negara dan pemerintah," ungkap Kamaruddin dalam kegiatan Focus Group Discussion Kerja Sama Kepustakaan Islam III di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Kamaruddin memandang, telaah buku yang dilakukan Kemenag bersama Densus 88 sebagai langkah mendasar. Ia menyoroti perlunya kajian mendalam terhadap buku-buku yang dianggap menjadi sumber persoalan.
"Kemenag harus terlibat secara aktif dan melibatkan ahli agama serta ahli sosial untuk memberi perspektif yang komprehensif dalam menanggapi isu-isu ini," tambahnya.
Kehadiran negara, imbuhnya, menjadi kunci dalam menghadapi dinamika isu sosial keagamaan. Kamaruddin juga menekankan pentingnya pelibatan para ahli.
"Kami berkomitmen untuk melibatkan para ahli agar respons yang diberikan sesuai dengan kondisi yang terjadi," tandas Kamaruddin.
Dalam pelaksanaannya, telaah buku ini akan meninjau sekitar 50 buku. Penelaah akan memantau sejauh mana buku-buku tersebut beredar di masyarakat, dan akan menjadi dasar dalam menyusun langkah pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme.
Msk/Mr
*Fotografer: Shandry F Nanere
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



