Bukan sekadar dekorasi, lampion-lampion itu juga merupakan simbol toleransi dan harmoni yang erat dalam kehidupan beragama masyarakat Kelurahan Sedanau.
Menariknya, dalam kehidupan keagamaan mereka, masyarakat Sedanau menjalani perbedaan agama dan etnis dengan sikap toleransi yang tinggi. Tradisi saling mengunjungi antarumat beragama pada hari besar agama masing-masing menjadi bukti konkret dari harmonisasi yang terjaga.
Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2024, suasana meriah terasa di Kelurahan Sedanau. Warna merah mendominasi setiap sudut. Beberapa warga yang merayakan Imlek bahkan mengundang tetangga sekitar untuk berkunjung dalam acara Open House untuk mempererat tali silaturahmi.
Salah satu contoh nyata dari toleransi yang terjalin erat adalah kehadiran pegawai KUA Kecamatan Bunguran Barat dalam Open House yang digelar keluarga Hen-Hen pada Senin (12/2/2024). Tidak hanya menghadiri acara tersebut, pihak KUA sebelumnya juga bersilaturahmi dengan Pemuka Agama Buddha, Pandita Wihara Dharma Bhakti Sedanau, Marmin.
"Budaya saling mengunjungi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan harus terus dijaga. Saat umat Muslim merayakan Idulfitri, kami yang beragama lain mengunjungi mereka, dan begitu juga sebaliknya saat kami merayakan Imlek, Natal, dan perayaan lainnya," ungkap Marmin kepada wartawan (15/2).
Penobatan Kelurahan Sedanau sebagai Kampung Moderasi Beragama bukan tanpa alasan. Toleransi dan harmonisasi yang tercermin dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya telah mengukuhkan reputasi mereka sebagai tempat yang memelihara keberagaman dengan baik. Diharapkan, program Kampung Moderasi Beragama ini akan menjadi platform untuk lebih mempererat hubungan antarwarga dan mewujudkan persatuan Indonesia, sesuai dengan semangat Pancasila.
Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



