Jakarta, Bimas Islam --- Masa pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan sektor ekonomi, tetapi juga sektor penting dalam pembangunan sumber daya manusia yaitu pendidikan yang turut terkena imbasnya. Selama masa pandemi aktivitas sekolah hingga perguruan tinggi dilaksanakan secara daring dengan ribuan tantangan dan masalah dalam penerapannya dari keterbatasan internet, perangkat pendukung seperti handphone dan laptop hingga pembayaran uang sekolah.
Pada Sabtu (19/12), lembaga zakat negeri Kedah Darul Aman Malaysia bersama Kementerian Agama melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, mengadakan acara Seminar Antarabangsa Sinergi Zakat dan Wakaf dalam Pendidikan 2020. Acara yang diselengarakan secara daring menggunakan zoom meeting bertujuan untuk menelaah peran dan fungsi zakat dan wakaf dalam membantu pendidikan di masa pandemi Covid-19 di Malaysia dan Indonesia.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor menyampaikan seminar antar bangsa, lintas negara ini amat sangat bagus dan bermanfaat. "Semoga acara ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak bagi gerakan zakat dan wakaf secara internasional," harapnya.
Selama Covid-19, Tarmizi menambahkan, gerakan zakat dan wakaf melalui BAZNAS, Lembaga Amil Zakat, Forum Zakat dan Badam Wakaf Indonesia sudah berkontribusi sangat banyak terutama untuk penanggulangan mustahik tercatat sudah Rp. 250miliar tersalurkan.
"Dalam hal pendidikan, dana zakat telah disalurkan untuk program bantuan seperti pemberian kuota internet dan bantuan perangkat handphone bagi pelajar dhuafa dan mustahik," urainya.
Tarmizi turut mengapresiasi peran BAZNAS dan LAZ yang banyak memberikan beasiswa bagi mustahik yang terkendala biaya akibat orangtuanya kehilangan pekerjaaan di masa pandemi Covid-19. Begitu pula dalam hal wakaf tercatat di masa Covid-19, Indonesia berhasil mengumpulkan sukuk berbasis wakaf ( cash waqf link sukuk) sebanyak Rp. 14miliar dimana terdapat program mauquf alaihi diantaranya untuk pendidikan duafa.
Seminar yang di moderatori
Mohd Ikhwan bin Mustappa ini, turut mengundang Ketua Pegawai Eksekutif Yayasan Waqaf Malaysia Amir bin Shaharuddin.
(iqbal fadli muhammad)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



