Padang, Bimas Islam --- "Sebuah Kebanggaan bagi ranah Minang, pada tahun 2020 Sumatera Barat kembali menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXVIII. Hal ini mengulang jejak sukses MTQ Nasional XIII Tahun 1983. Kebanggaan tersebut menjadi lengkap dengan diraihnya predikat Juara Umum MTQ Nasional Tahun 2020 oleh tuan rumah Sumatera Barat." Demikian diungkapkan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam M. Fuad Nasar di Padang (21/10).
Fuad Nasar yang berada di Padang dalam rangka menghadiri acara pembukaan dan penutupan MTQ Nasional mengemukakan, Musabaqah Tilawatil Qur'an merupakan momentum yang baik untuk meningkatkan semangat dan gairah umat Islam dalam membaca, memahami, dan mengamalkan firman Allah SWT yang terhimpun secara utuh dan lengkap di dalam kitab suci Al Qur'an. Al Qur'an seharusnya menjadi bacaan wajib di setiap rumah tangga muslim.
Di samping itu, dikatakan Fuad Nasar, Al Qur'an perlu dibaca dan dikaji di perguruan tinggi agama dan umum dalam studi multidisipliner, sehingga mukjizat ilmiah di dalam kandungan ayat-ayat suci Al Qur'an membuka cakrawala ilmu pengetahuan dan peradaban yang lebih luas. Al Qur'an merupakan kebenaran mutlak dan sumber ajaran Islam yang merupakan rahmatan lil alamin. Dari kajian Al Qur'an-lah tumbuh dan berkembang khazanah pemikiran dan keilmuan serta kemajuan umat Islam dari masa
ke masa.
Karena itu, kita perlu membaca Al Qur'an dengan hati yang terbuka untuk mendapatkan hidayah Ilahi agar umat Islam mampu memberi jawaban dan solusi terhadap berbagai problematika dihadapi kemanusiaan sepanjang zaman.
Lebih jauh Fuad Nasar mengatakan, meski MTQ Nasional XXVIII telah selesai dilaksanakan di ranah Minang, namun pesan dan semangat MTQ tetap perlu dipelihara di tengah masyarakat, di daerah yang dikenal dengan motto dalam Piagam Bukit Marapalam yaitu "Adat basandi Syara' dan Syara basandi Kitabullah."
Orang Minang sebagai etnik dan suku bangsa yang punya peran dan kontribusi besar dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diharapkan memaknai MTQ Nasional sebagai momentum untuk merevitalisasi gerakan kembali ke Surau dan gerakan literasi keagamaan yang kini digiatkan oleh Kemenag.
Kembali ke Surau, dijelaskan Fuad Nasar, bukan dalam arti mengajak kembali ke masa lampau, tetapi kembali ke akar jatidiri orang Minang yang di masa silam banyak melahirkan ulama, zuama, pemimpin, negarawan dan cerdik-pandai di berbagai bidang yang berkiprah di tingkat nasional maupun daerah. Islam dan Adat Minangkabau serta nasionalime Indonesia selama ini telah menyatu dalam pandangan hidup orang Minang. Konsep pendidikan Surau tetap menemukan relevansinya dengan semangat zaman sekarang. Pendidikan nonformal model Surau mengintegrasikan pendidikan agama, adat istiadat, budaya, kemasyarakatan, bela diri dan pembentukan karakter sejak dini. Baca tulis dan tahfiz Quran diajarkan di Surau.
Sosok ulama besar seperti Inyiak Syekh Doktor Haji Abdul Karim Amrullah, Inyiak Syekh Muhammad Djamil Djambek, Inyiak Syekh Daud Rasjidi, Inyiak Syekh Ibrahim Musa Parabek, Inyiak Sulaiman Ar-Rasuli Canduang, Syekh Dr. Abdullah Ahmad, Buya Prof. Dr. Hamka, Mohammad Natsir, Buya A.R. Sutan Mansur, Buya HMD Datuk Palimo Kayo, Ibu Rahmah El Yunusiyyah, Prof. Dr. Mahmud Yunus, dan masih banyak lagi yang lain, adalah tokoh ulama kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia, dimana kehidupan dan perjuangan mereka istiqamah dengan Al Qur'an dan Sunnah.
Menurut Fuad Nasar,
MTQ selayaknya dimaknai sebagai medium untuk menggaungkan nilai-nilai tauhid sosial dalam cahaya Al-Quran di tengah perikehidupan umat.
"Melalui MTQ Nasional yang diselenggarakan secara berkala dan bergilir antar provinsi yang menjadi tuan rumah, diharapkan dapat membangun ketahanan ruhani umat dan mengobarkan optimisme bangsa. Peninggalan monumental MTQ Nasional sejatinya bukan berupa bangunan fisik, tetapi tumbuh suburnya kesadaran beragama di dalam masyarakat dan pendidikan Al Quran yang harus semakin mantap," pungkasnya.
(mfns)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



