Jakarta, Bimas Islam --- Sesditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar menyatakan aplikasi Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu (SMART) secara optimal bisa menjadi langkah Kementerian Agama (Kemenag) dalam mempertanggungjawabkan penggunaan uang negara, sehingga kinerja Ditjen Bimas Islam ke depan semakin baik.
“Penggunaan Aplikasi SMART merupakan bentuk pertanggungjawaban Ditjen Bimas Islam dalam mengelola uang negara,” katanya saat menutup acara ‘Perbaikan dan Approval Data pada Aplikasi SMART pada program Bimas Islam Tahun 2020 Pusat dan Daerah’ via Aplikasi Zoom, Jumat (15/01).
Sesditjen menjelaskan Aplikasi SMART sengaja disiapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memfasilitasi kementerian/lembaga dalam melaporkan pencapaian kinerja dari tahun ke tahun, sehingga capaian kinerja birokrasi pemerintah terukur secara akurat.
“Dalam aplikasi SMART tergambar jelas pencapaian, output kinerja, dan terdeteksi konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan program,” ujarnya.
Fuad pun mengapresiasi jajaran Ditjen Bimas Islam yang diberi amanah memperbaiki sistem aplikasi SMART. Karena menurutnya, kehadiran aplikasi tersebut bisa membuat program berjalan efektif dan dirasakan masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih atas apa yang dilakukan teman-teman untuk memperbaiki Aplikasi SMART, sehingga kehadirannya dapat membuat program berjalan efektif,” pungkasnya.
Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu (SMART) merupakan aplikasi monitoring kinerja berbasis Web dari Kementerian Keuangan yang berfungsi untuk mengukur tingkat penyerapan anggaran dan realisasi sehingga penggunaan anggaran negara yang dikelola Kementerian/Lembaga dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
(tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



