Makassar, Bimas Islam -- Demografi usia produktif masyarakat Indonesia digadang-gadang jadi modal penting dalam menyongsong Indonesia Emas. Namun, masih banyak sejumlah kendala, seperti tingginya angka perkawinan anak.
"Pernikahan dini merupakan salah satu tantangan terbesar kita, dan menjadi salah satu perhatian seluruh warga, karena dampaknya sangat sistemik dan besar sekali," kata Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Rabu (11/10/2023), dalam kegiatan Seminar Nasional Cegah Kawin Anak di Makassar.
Pernikahan dini, menurut Dirjen, akan berdampak pada ketahanan nasional.
"Kita ingin membangun generasi yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas, karena keluarga sangat penting dan berkorelasi pada ketahanan nasional," tuturnya.
Dirjen menjelaskan, pernikahan anak berkaitan erat dengan persoalan keluarga lainnya, seperti perceraian hingga stunting.
"Butuh kolaborasi dan komitmen seluruh bangsa untuk menyelesaikan persoalan ini. Pernikahan anak ini bukan hanya menjadi concern di Indonesia, tapi juga dunia," ujarnya.
Msk/Mr



