Jakarta, Bimas Islam -- Raudhah Supian Noor, perempuan asal Kalimantan Selatan yang sedari kecil bercita-cita menjadi qariah internasional. Cita-cita itu menuntun Raudhah menyabet sejumlah gelar juara pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Tahun 2001, Raudhah meraih gelar juara 1 Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Anak-anak. Beranjak remaja, ia menorehkan prestasi sebagai juara 1 pada MTQ Internasional Brunei Darussalam tahun 2003.
Petualangan Raudhah dalam pagelaran MTQ bermula dari peran sang ayah. Sejak kecil, ayat suci Al-Quran yang dilantunkan qari-qariah melalui kaset yang diputar sang ayah, menggema di kediamannya.
Saat senja buta, usai menunaikan salat Magrib, kerap sang ayah mewajibkan Raudhah untuk mengaji. Selain itu, ia juga diajak untuk berguru kepada qari-qariah yang dikenal ayahnya.
“Ayah bukan seorang qari, tapi ia menerapkan kedisiplinan terhadap anak-anaknya untuk semangat belajar Al-Qur’an. Bahkan, kerap ayah mengajak kami untuk menimba ilmu kepada qari-qariah yang dikenalnya,” ungkapnya dalam acara OBSESI (Ngobrol se-Jam Soal Islam) Episode 227 yang disiarkan melalui kanal YouTube Bimas Islam TV, Kamis (14/9/2023).
Raudhah berpendapat, harapan menjadi qariah internasional tidak diraih dengan cara instan, sebab ia juga pernah mencicipi sejumlah kegagalan dalam perhelatan ajang MTQ.
Kendati demikian, pada Agustus 2023 lalu, ia meneguhkan keuletannya sebagai perempuan tangkas yang berjuang untuk meraih mimpi yang menggantung tinggi di langit biru dengan menyabet gelar peringkat kedua pada perhelatan MTQ Internasional Malaysia.
Tak hanya menyabet gelar juara, keberkahan Al-Qur’an juga telah membawa Raudhah berulang kali dapat menunaikan ibadah Haji dan Umrah.
“Keberkahan Al-Qur’an telah membawa saya bisa menunaikan ibadah Haji sebanyak empat kali dan Umrah sebanyak 13 kali,” pungkasnya.
An/Wcp



