Sukoharjo, Bimas Islam -- Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) telah menggelar kegiatan Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) 2024 di Sukoharjo, Senin-Jumat (24-28/6/2024) lalu. Sebanyak 50 penyuluh dan penghulu mengikuti keseruan SPARK dengan sangat antusias.
Salah satu peserta, Penyuluh Agama Kristen, Shenjin Ariyanto yang akrab disapa Om Jin berterima kasih kepada Ditjen Bimas Islam yang telah membuka kesempatan kepada semua agama untuk mengikuti SPARK. Ia mengatakan, proses pembelajaran dan metode yang dilakukan sangat inovatif dan menyeluruh dalam membahas konflik.
“Pelatihan ini menerima semua agama. Pelatihnya keren-keren, materinya pun berhubungan langsung dengan konflik, matriks dan pemetaan, serta penanganan ketika terjadi konflik,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (28/6/2024).
Peserta lainnya, Penyuluh Agama Islam asal Cibereum Tasikmalaya Rida Nurul Arifah mengaku senang mengikuti kegiatan SPARK. Metode yang digunakan dalam pembelajaran, ungkapnya, tidak membosankan, karena menggunakan banyak games di dalamnya.
Rida berpendapat, kegiatan SPARK dapat meningkatkan kepekaan terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat. Ia berharap, para peserta dapat menjadi aktor resolusi konflik yang mampu melakukan mediasi kepada masyarakat.
“SPARK ini bisa meningkatkan kepekaan kita terhadap isu-isu yang ada di tengah tengah masyarakat. Aktor resolusi konflik diharapkan bisa menjembatani, atau bisa memberi negosiasi kepada masyarakat yang tengah memiliki persoalan, baik dari sisi sosial maupun yang lainnya,” ungkap Rida.
Fn/Mr



