Padang, Bimas Islam --- Usianya baru 17 tahun. Begitu turun dari panggung Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXVIII tahun 2020 golongan Tilawah Disabilitas Netra di Gedung Rohana Kudus, Bimas Islam langsung menghampirinya. Gadis yang kini bersekolah di SMA Muhammadiyah 12 Binjai Sumatera Utara ini bersedia berkisah tentang pengamalannya hingga mencintai Al-Qur'an yang mulia.
"Belajar Qur'an sejak umur 8 tahun. Sebenarnya usia 3 tahun sudah dikenalkan Al-Qur'an oleh Mamah. Mamah yang melatih, mendukung, memberi semangat. Dari umur 3 tahun diajari ayat-ayat pendek," ungkap Peserta MTQ Nasional Tahun 2020 Golongan Disabilitas Netra, Putri Aura Hermawan, di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, Selasa (17/11/20) siang.
Pada usia 5 tahun, Aura sudah mulai belajar tilawah. Namun, tak berlangsung lama. Belajarnya dihentikan karena Aura terlihat lelah. Masih suka bermain.
"Pada umur 8 tahun, kelas 3 sekolah dasar, Mamah kenal dengan Guru Bahasa Inggris Aura yang juga tuna netra. Dari beliau, kita minta dicarikan guru yang bisa mengajar Al-Qur'an Braille. Guru Qur'an Braille Aura bernama Kak Bintang. Aura belajar selama 8 bulan," tambahnya.
Hanya perlu waktu 3 tahun bagi Aura untuk mahir tilawah. Meski ada keterbatasan fisik, sejatinya Tuhan memberikan kepadanya keistimewaan lain yang tak dimiliki oleh kita yang kerap mengaku atau merasa sempurna.
"3 tahun setelah itu, ketika usia 11 tahun, Aura kembali mendalami tilawah dengan Ustadz Najib Syafi'i. Belajar serius selama 3 bulan, lalu mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an untuk pertama kali," ungkapnya, penuh semangat.
Pada MTQ tingkat Provinsi di Binjai, Sumut, tahun 2014 lalu, Aura berhasil mendapatkan juara tiga. Setahun berikutnya, ia kembali mengikuti MTQ di Asahan, Sumatera Utara.
"Alhamdulillah pernah ikut Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN). Ikut cabang MTQ. Alhamdulillah juara satu tingkat nasional. Lomba dilangsungkan di Manado, Sulut," katanya, bersemangat.
Saat tampil di MTQ Nasional XXVIII tahun 2020 di Sumbar, Aura membacakan surat Ali 'Imran ayat 189-193. Bacaannya menggetarkan hati pendengar lantaran diiringi dengan ketulusan saat melantunkan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



