Jambi, Bimas Islam -- Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Alquran dan Alhadist, Rijal Ahmad Rangkuty menyebut, perhelatan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) ke-27 Jambi merupakan momentum untuk merayakan keberagaman. Keberagaman tersebut, imbuhnya, tercermin dalam berbagai aspek acara yang secara inklusif mengakomodir keanekaragaman budaya dan tradisi dari setiap daerah.
Pada pembukaan STQH, digelar Pawai Ta'aruf yang memukau dengan tampilan keberagaman adat dan budaya dari seluruh penjuru negeri. "Ini menunjukkan bahwa STQH berhasil menyatukan keberagaman kita," ungkap Rijal.
Pawai Ta'aruf, terangnya, memberi contoh nyata tentang bagaimana keragaman budaya bisa menjadi kekuatan untuk bersatu.
Rangkuty juga mengungkapkan, keragaman yang tercermin dalam Pawai Ta'aruf STQH adalah modal berharga yang bisa digunakan untuk memperkuat persatuan. Tidak hanya dalam konteks nasional, tetapi juga dalam kancah internasional.
"Apa yang ditampilkan dalam Pawai Ta'aruf kemarin merupakan modal yang sangat berharga. Apabila modal ini kita kelola dengan baik, maka akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa. Kita bersama-sama mempunyai tugas mengelola keberagaman ini untuk memperkuat persatuan," ujarnya.
Rangkuty memiliki harapan besar bahwa keberagaman ini dapat memperkuat kehidupan keagamaan dan kebangsaan. "Dengan sarana keragaman yang kita ikhtiarkan, maka kehidupan keagamaan dan kebangsaan yang lebih harmonis akan bisa diwujudkan, sebagaimana dicita-citakan oleh kita semua, dan para pendiri bangsa," tambahnya.
Msk/Mr



