Jambi, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi menyebut, Al-Qur’an dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebudayaan.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber di Studio Mini TVRI Jambi, Arena Utama STQH, Rabu (1/11/2023).
“Kita punya visi besar yaitu membumikan Al-Qur’an di masyarakat. Untuk itu, nilai-nilai Al-Qur’an menjadi kerangka acuan dalam pengembangan kebudayaan,” ujarnya.
Menurut Zayadi, Al-Qur’an menjadi dasar pijakan yang kuat yang memberi inspirasi secara mendalam terhadap upaya penataan dan pewarisan budaya bangsa Indonesia.
“Jati diri bangsa Indonesia adalah ekspresi kebudayaannya. Nilai-nilai Al-Qur’an yang masuk dalam budaya dapat mencegah perpecahan di tengah kehidupan masyarakat saat ini, seperti kemelut politik, isu SARA, dan lainnya,” ungkapnya.
Zayadi berharap, gerakan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat dapat digaungkan lebih masif.
“Seluruh stakeholder harus mengambil peran dalam gerakan membumikan Al-Qur’an,” pungkasnya.
Wcp/Mr



