Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor membuka acara Webinar Sosialisasi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang diselenggarakan pada 5 November 2020, sekaligus memaparkan strategi Kementerian Agama dalam Sosialisasi dan Edukasi CWLS kepada masyarakat.
Tarmizi mengungkapkan, indeks literasi wakaf di Indonesia berdasarkan Survey Indeks Literasi Wakaf pada tahun 2020 masih rendah. Untuk itu dalam rangka pengenalan mengenai CWLS, Tarmizi menyasar 5 (lima) target sosialisasi dan edukasi yaitu kepada masjid dan majlis taklim, madrasah dan pesantren, KUA dan penyuluh agama Islam, media sosial dan media online serta ASN Kementerian Agama.
Menurut data, saat ini ada 5.945 KUA dan 4.993 Penyuluh Agama Islam PNS serta 45000 Penyuluh Agama Islam Non PNS. “Penyuluh Agama Islam harus digerakkan untuk memberikan edukasi dan sosialiasi mengenai CLWS” jelasnya.
“Materi wakaf uang seperti CWLS harus ada di ceramah-ceramah dan khutbah jumat”, tegas Tarmizi.
“Kompetensi Dai, Mubaligh, dan penceramah harus ditingkatkan terkait sosialisasi dan edukasi CWLS. Materi Wakaf uang juga harus masuk dalam kurikulum pelajaran agama Islam dan perguruan tinggi”, tambah Tarmizi.
Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf telah melaksanakan kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf secara daring dengan jumlah peserta mencapai 3960 peserta. Dan Kelas Intesif Literasi Zakat dan Wakaf bagi Penyuluh Agama Islam telah menjaring 5.110 peserta. “Konten-konten edukasi dan sosialisasi mengenai CWLS juga dikampanyekan melalui sosial media literasi zakat wakaf di Instagram, Facebook dan Twitter,” urai Tarmizi.
“Kami mendorong adanya gerakan wakaf uang bagi ASN Kementerian Agama dan akan diresmikan secara nasional”, tutupnya.
(Sinta Khairunnisa Nov Afni)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



