Lombok Timur, Bimas Islam -- Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin mengapresiasi banyaknya KUA yang telah dibangun dengan gedung baru yang lebih megah. Dengan gedung kokoh dan berwibawa tersebut, para petugas KUA diharapkan semakin bersemangat dalam memberi pelayanan prima kepada masyarakat.
Hal itu dikatakan Zainal saat mengunjungi sejumlah KUA di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (2/9/2023). KUA yang dikunjungi tersebut merupakan gedung baru yang dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
"Termasuk di NTB ini, gedung KUA kita tidak kalah megahnya dengan bangunan Pemerintah Daerah, bahkan sebagian lebih menonjol dengan tampilan dua lantai. Ini membanggakan," ujar Zainal.
Karenanya, imbuh Zainal, KUA SBSN yang megah tersebut harus diimbangi tata kelola pelayanan publik yang prima dan akselerasi gerakan keluarga sakinah di masyarakat.
Pria yang pernah bertugas di KUA ini menyebut, hingga tahun 2023, sebanyak 1.469 KUA sudah dibangun menggunakan skema SBSN. Ke depan, diharapkan sebanyak 5.972 KUA di Indonesia bisa menyusul.
Eks Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara itu menjelaskan, pembangunan gedung KUA yang layak dan bagus merupakan salah satu instrumen pelayanan prima. "Jika gedungnya saja tidak representatif, akan berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan," kata Zainal.
Meski demikian, menurut Zainal, pembangunan fisik dan pemenuhan sarana dan prasarana kantor tidak boleh mengabaikan aspek tata kelola layanan. Sebab, lanjutnya, KUA merupakan tempat layanan publik Kementerian Agama yang diandalkan harus memenuhi semua instrumen pelayanan publik.
"Jadi gedung itu hanya satu instrumen, sementara masih ada lagi instrumen lain yang harus dipenuhi," tandas Zainal.
Pada kesempatan kunjungan ke Provinsi NTB tersebut, Zainal yang didampingi Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Jajang Ridwan, juga ingin memastikan program Revitalisasi KUA yang dicanangkan oleh Menteri Agama berjalan sesuai harapan.
"Kita juga ingin memastikan tiga pembangunan KUA SBSN di NTB tidak terkendala, mengingat secara nasional progres ketiga SBSN itu mengkhawatirkan. Jadi, jangan sampai tidak selesai atau mangkrak," ujar dia mengingatkan.
Zainal juga menyinggung banyaknya gedung KUA SBSN di NTB dengan penataan ruangan pelayanan yang kurang optimal.
"Masih banyak tempelan-tempelan poster dan tata letak meubelairnya yang belum pas, sehingga kesan yang ditimbulkan masih belum rapi dan nyaman. Perlu konsultan untuk menata layout ruang pelayanan yang terstandar secara nasional di KUA," terangnya.
Kaitan dengan Program Revitalisasi KUA, Zainal yang juga didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB Azhari ini menambahkan, ujung dari program Revitalisasi KUA diharapkan berbanding lurus dengan layanan masyarakat termasuk bimbingan keluarga sakinah.
Program bimbingan keluarga sakinah itu, menurut dia, bertujuan untuk menjawab tantangan makro keluarga Indonesia, seperti tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, kawin anak, stunting, dan intoleransi berbasis keluarga.
Menurut Zainal, besarnya tantangan tersebut membutuhkan pelibatan
organisasi masyarakat dalam pembinaan keluarga sakinah seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN), Bimbingan Perkawinan (Bimwin) calon pengantin, dan Bimbingan Keluarga.
"Kemenag tentu tidak bisa sendirian, perlu dibantu pihak lain, baik instansi pemerintah maupun masyarakat," pungkas Zainal seraya menambahkan sudah 1.106 KUA yang direvitalisasi.
Pada kunjungan di NTB, terdapat lima KUA gedung SBSN yang dikunjungi oleh Zainal dan Tim, yaitu KUA Kecamatan Ampenan dan KUA Kecamatan Sekarbela di Kota Mataram, KUA Kecamatan Selong dan KUA Kecamatan Tarera di Kabupaten Lombok Timur, serta KUA Kecamatan Gunung Sari di Kabupaten Lombok Barat. *
Ikq/Mr



