Bogor, Bimas Islam --- Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama menargetkan dapat mencetak sebanyak 630 ribu mushaf Alqur’an dan Yasin pada tahun anggaran 2020. Hal tersebut disampaikan Juli Susanto, Kasubbag TU UPQ saat ditemui Bimaislam di ruang kerjanya, di Bogor, Jumat (24/1).
“Angka 630 ribu itu terdiri dari 120 ribu Al-Qur’an dan 530 ribu surat Yasin,” kata Juli.
Ia menambahkan, untuk tahun 2020 ini pihaknya tidak mencetak Alquran Terjemah dan Juz Amma, “Sebab saat ini untuk Terjemah dan Juz Amma stock-nya masih banyak,” ujarnya.
Masyarakat umum, kata Juli, juga bisa mengajukan permohonan bantuan Al-Qur’an yang diproduksi UPQ tersebut. “Caranya, mereka mengirim surat permohonan ke Direktur Jenderal Bimas Islam, sertakan jumlah kebutuhannya, nanti barangnya bisa diambil langsung di UPQ dengan membawa surat jalan atau persetujuan dari Jakarta (Ditjen Bimas Islam-red),” urai Juli.
Saat ini UPQ terus melakukan pembenahan. Pihaknya juga sudah menyiapkan maket pembangunan gedung baru UPQ yang berlokasi persis di sebelah gedung yang ada saat ini. “Kami sudah mengajukan anggaran pembangunan gedung baru dengan pembiayaan dari Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. Harapannya tahun 2022 sudah bisa digunakan,” harap dia.
(ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



