Jakarta, Bimas Islam-- Kementerian Agama, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan bekerja sama dalam penanggulangan kebencanaan melalui ekosistem masjid dengan pemanfaatan teknologi informasi. Kerja sama tersebut ditegaskan melalui nota kesepahaman (MoU) Penguatan Pengetahuan Lokal dalam Pengurangan Risiko Bencana Bagi Takmir Masjid Melalui Teknologi Informasi yang dirancang di Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kementerian Agama, Adib mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk pemanfaatan teknologi dan informasi serta penggunaan local wisdom untuk mengurangi risiko bencana. “Saya merasa sangat penting untuk bekerja sama dengan BNPB, karena misi utamanya untuk mengurangi risiko bencana,” ujar Adib.
Adib mendorong perancangan kerja sama tersebut dapat mencakup banyak aspek di lapangan, khususnya masjid dan tempat ibadah yang berada di titik rawan bencana. Kerja sama itu, menurutnya, juga menjadi payung hukum untuk merealisasikan rancangan yang ada.
“Usaha kita sekarang adalah bagaimana rumah ibadah atau masjid memiliki peran dalam pengurangan risiko bencana. Persoalannya kemudian, bagaimana niat dan kerja sama ini bisa leading, dan tentu harus ada payungnya dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama atau MoU,” ucap Adib.
Adib mengungkapkan, pengetahuan lokal menjadi aspek yang penting dalam penanganan bencana. Menurutnya, masyarakat lokal memiliki pengetahuannya masing-masing dalam menyikapi atau mempersiapkan status kebencanaan.
Adib berharap, perancangan kerja sama ini dapat menghasilkan output yang dapat dengan mudah diterapkan di masyarakat. Ia menawarkan output seperti buku, materi Khotbah Jumat, ataupun bimbingan teknis terkait penanganan risiko kebencanaan.
“Output-nya mungkin nanti bisa berupa buku terkait perintah-perintah atau doktrin ajaran Islam, dengan isu kebencanaan yang nanti bisa disampaikan menjadi Khotbah Jumat. Kemudian pemanfaatan dan hasil kajian dari buku tadi bisa dilanjutkan ke bimbingan teknis dan sosialisasi,” pungkas Adib.
Fn/Mr



