Jakarta, Bimas Islam --- Media sosial Kementerian Agama, khususnya Ditjen Bimas Islam sudah seharusnya diisi dengan konten-konten yang menarik. Hal itu dikatakan Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor saat menjadi narasumber Sinergi dan Optimalisasi Pengelolaan Media Sosial, Jakarta (24/7).
Melalui konten yang menarik, dikatakan Tarmizi, dapat menjadikan media sosial Ditjen Bimas Islam sebagai sumber utama bagi masyarakat yang mencari informasi terkait Kebimasislaman.
"Tidak hanya dikemas secara menarik, tetapi juga menggunakan bahasa yang baik, ringan dan bersahabat. Tentunya juga informasi yang up to date," lanjut Tarmizi.
Selain sebagai media informasi, Tarmizi menambahkan, bahwa media sosial juga sebuah media untuk menampung aduan, ide dan masukan dari masyarakat.
Terakhir Tarmizi mengingatkan pentingnya saring sebelum sharing. "Sebelum sebuah informasi itu di sharing ke media sosial, harus benar-benar di saring," tutup Tarmizi.
Kegiatan Sinergi dan Optimalisasi Pengelolaan Media Sosial digelar selama tiga hari, 23 - 25 Juli 2020 di Hotel Harris Vertu Jakarta. Diikuti para pengelola media sosial unit eselon 1 di Kementerian Agama, serta perwakilan dari MUI, BWI, BAZNAS, dan Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.
(nhk/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



