Jakarta, Bimas Islam --- Penilaian kinerja ASN Bimas Islam akan didesain menggunakan sistem informasi. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor, saat menjadi pembicara dalam Rapat Penataan Kepegawaian II yang digelar Bagian Ortapeghum, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, (2/9).
Tarmizi mengatakan, sistem tersebut dibuat untuk mendukung pelaksanaan program reformasi birokrasi, secara khusus di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
"Reformasi Birokrasi itu kan bertujuan untuk menciptakan aparatur pemerintah yang profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, bersih dari KKN dan mampu melayani publik secara akuntabel. Nah, sistem penilaian kinerja berbasis SI ini akan mengarah kesana," ujarnya.
Dikatakannya, aplikasi ini akan menjadi pagar agar pelaksanaan program kerja bermuara pada Renstra (Rencana Strategis-red) Bimas Islam. "Dari komponen yang terdapat pada aplikasi ini, akan terlihat apakah program dan kinerja ASN Bimas Islam sejalur dengan Renstra atau tidak," katanya.
Sistem ini, imbuhnya, juga akan memberi dampak pada besaran tukin yang didapat oleh tiap ASN sesuai dengan kinerjanya.
Oleh karena itu, kata Tarmizi, sistem ini juga akan menjadi salah satu barometer agar ASN Bimas Islam dapat selalu memegang nilai-nilai dasar organisasi dan kode etik perilaku aparatur negara. "Pelaksanaan rencana kerja dapat diukur juga dari sistem ini," imbuh Tarmizi.
Mantan Kakanwil Riau itu juga menjelaskan, bahwa sistem ini bertujuan jangka panjang, dan terus akan dievaluasi sesuai kebutuhan dan perkembangan yang terjadi.
Rapat Penataan Kepegawaian II digelar dari 2 hingga 4 September 2020. Kegiatan yang diikuti peserta lintas unit eselon I ini menghadirkan pembicara dari Kemenpan RB, Badan Kepegawaian Negara, Balitbang Diklat Kemenag, dan Sekretariat Jenderal.
(Ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



