"Saya mendorong LAZ MKU untuk fokus mengurangi angka perceraian mengingat tingginya angka perceraian kita," ungkap Waryono kepada wartawan bimasislam di Jakarta, Rabu (24/1/2024).
Diketahui, merujuk laporan Statistik Indonesia 2023, kasus perceraian di Indonesia mencapai 516.334 kasus pada tahun 2022. Angka tersebut meningkat 15% dibandingkan 2021 yang mencapai 447.743 kasus.
Waryono mengungkapkan bahwa, kasus perceraian seringkali muncul dari keluarga yang rentan secara ekonomi, khususnya generasi muda. Karenanya, LAZ MKU diharapkan dapat berperan dalam penguatan ekonomi keluarga rentan.
"LAZ MKU bisa mengambil peranan khusus untuk penguatan ekonomi keluarga yang rentan seperti itu," tambahnya.
Meski menekankan pada pemberdayaan ekonomi keluarga, Waryono juga mendukung LAZ MKU untuk terlibat dalam isu global seperti lingkungan, ekonomi, dan revolusi teknologi, serta membangun branding diri bersama.
"Kita juga mendorong LAZ MKU bersama LAZ lainnya untuk tetap memberi perhatian pada isu-isu global, seperti lingkungan, ekonomi, dan revolusi teknologi. Ini juga yang harus menjadi konsen LAZ MKU," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan LAZ MKU, Ridwan mengungkapkan, pihaknya tengah menjalankan Pilot Project di Cianjur, Semeru, dan Palu, dengan fokus pada pemulihan pasca bencana melalui program bernama Kampung Keluarga Utama.
"Fokus utama MKU yaitu pemberdayaan masjid, keluarga, dan ekonomi. Kita juga punya program di Cianjur untuk mengalihkan tanah desa yang luasnya 8 hektar. Tidak hanya itu, bentuk program pemberdayaan ini diharapkan mampu berjalan jangka panjang," paparnya.
Ridwan menambahkan, pada 2023, LAZ MKU berhasil mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah sebanyak Rp41 miliar. Untuk tahun 2024, mereka berencana mengoptimalkan Graha PBMT dan MKU Food.
Sebelumnya, pada Selasa (23/1/2023), Waryono hadir sebagai _keynote speaker_ dalam Rakernas LAZ MKU 2024 di Yogyakarta, yang mengusung tema "Sustainable Living Ecosystem" dan dihadiri oleh 300 orang Amil unit layanan.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



