Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat, Kemenag, Ahmad Syauqi mengungkapkan, salah satu strategi penguatan tata Kelola zakat adalah menajamkan kembali instrumen audit yang lebih fokus untuk memastikan penurunan jumlah fakir miskin ekstrem sesuai dengan semangat Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yaitu penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, ketika kemiskinan dapat ditangani, maka tantangan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya juga akan terselesaikan.
Syauqi mengungkapkan, penguatan audit syariah tidak hanya berfokus kepada penilaian yang bersifat angka dan kategori, tetapi juga ikut mengadvokasi kelompok fakir miskin.
“Penguatan audit nantinya tidak hanya bergelut pada penilaian yang bersifat angka dan kategori, tapi mendengarkan aspirasi, keluhan, bahkan inovasi. Di sinilah akan ada era baru pendayagunaan zakat untuk usaha produktif yang ditopang audit syariah berbasis sosial,” ujar Syauqi kepada wartawan, Kamis (1/3/2024).
Syauqi menjelaskan, audit juga bukan hanya dilakukan untuk mendapat opini terkait pengelolaan dari auditor. Opini audit akan lebih bersifat kualitatif yang dapat menilai sejauh mana LAZ konsisten dalam memperjuangkan fakir miskin.
“Mungkin satu atau dua tahun ke depan akan banyak perbincangan tentang berapa orang miskin yang menerima zakat dan distribusinya. Bukan hanya berapa jumlah zakat yang diterima, tetapi seberapa besar dampak manfaat atas zakat yang diberikan,” ucap Syauqi.
Syauqi mengatakan, saat ini, proses penguatan audit syariah kepada lembaga zakat yang dilakukan Kemenag bersama auditor syariah, pakar hukum dan akademisi adalah merumuskan instrumen audit syariah berbasis manajemen risiko.
Syauqi berharap, kesejahteraan fakir miskin sebagai mustahik dapat ditingkatkan, dan pendayagunaan zakat dapat dimanfaatkan untuk usaha produktif.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



