"Pendidikan mental menjadi kunci dalam pengentasan kemiskinan. Mustahik perlu dibimbing secara khusus agar dapat mengubah paradigma mereka," ujar Waryono kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/12/2023).
Waryono menjelaskan, pendidikan mental dapat mengubah paradigma mustahik sebagai penerima zakat, bahwa zakat bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga sebagai sumber pemberdayaan ekonomi.
Meski penting, Waryono menegaskan bahwa pendidikan mental saja belum cukup. Penguatan keterampilan teknis juga diperlukan bagi mustahik, seperti pertanian dan peternakan yang dapat meningkatkan produktivitas usaha.
"Pendidikan mental perlu diikuti dengan penguatan keterampilan teknis, seperti dalam sektor pertanian dan peternakan. Keterampilan yang baik akan meningkatkan produktivitas usaha mereka," tambahnya.
Terpisah, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat, Maad Umar, mengungkapkan, beberapa warga miskin yang mendapatkan modal usaha melalui BAZNAS tetap berada dalam kondisi kemiskinan. "Hal tersebut disebabkan penggunaan modal untuk keperluan konsumtif, sehingga upaya pengentasan kemiskinan masih menemui kendala," terangnya.
Sebelumnya, Waryono mengunjungi BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9 Desember 2023. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan BAZNAS Provinsi NTB.
Ba/Mr



