"Partisipasi masyarakat untuk berwakaf masih rendah, apalagi di tengah budaya hedonis yang merupakan salah satu penyebab minat masyarakat lemah dalam berwakaf," ujar Waryono Senin (4/3/2024), di Jakarta, mengulas kegiatan Literasi Zakat dan Wakaf Provinsi Papua Tahun 2024 yang digelar pada 2 Maret lalu.
Selain memperkuat literasi wakaf, Waryono juga menekankan pentingnya menghadirkan nazir wakaf yang produktif. Nazir yang tidak hanya bersertifikat, tapi memenuhi kualifikasi untuk mampu memproduktifkan aset-aset wakaf.
"Nazir tidak hanya harus mendapatkan sertifikat, tapi juga memiliki kualifikasi untuk mengelola aset wakaf agar produktif," ungkap Waryono.
Waryono menjelaskan, kondisi wakaf masyarakat Indonesia masih pincang antara potensi dan realisasi penerimaan. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum tersedianya data yang lengkap terkait wakaf, seperti data aset yang produktif dan nazir yang memliki kualifikasi yang memadai.
"Menurut data yang saya miliki, potensi wakaf itu Rp180 triliun, sedangkan capaiannya baru Rp2,3 triliun. Ini masih jauh panggang dari api. Oleh karena itu perlu didata, termasuk yang produktif, apa saja potensi wakaf," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran menyampaikan pentingnya menyosialisasikan Undang-Undang Zakat dan Wakaf untuk meningkatkan zakat dan wakaf di daerahnya. Menurutnya, zakat wakaf adalah komponen penting bagi masyarakat untuk lebih berdaya dari sisi ekonomi.
"Tetap diperlukan komitmen dan usaha bersama untuk menyosiaisasikan zakat dan wakaf, agar zakat dan wakaf dapat dinikmati umat," ujarnya.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



