"Pelayanan di KUA Karanganyar tetap berjalan seperti biasanya, dan kantor sementara pindah ke gedung FKDT Kecamatan Gajah, sebelah gedung KUA," ujar Makhzum, Kepala KUA Karanganyar, Demak pada wartawan bimasislam, Selasa (20/2/2024).
Makhzum menjelaskan, selama banjir, selain berkomunikasi langsung dengan masyarakat, KUA Karanganyar berkomunikasi dengan masyarakat melalui media Whatsapp.
Makhzum juga mengaku telah mengamankan dokumen-dokumen yang disimpan di KUA. "Berkas-berkas atau dokumen yang ada di sini, bisa kami selamatkan, termasuk Akta Ikrar Wakaf," ujarnya.
Makhzum mengungkapkan, pihaknya bersama penghulu ikut terlibat dalam melakukan evakuasi dan memberi bantuan pada masyarakat terdampak, seperti mengirim pakaian layak pakai, makanan, mie instan, susu, dan lainnya.
"KUA Karanganyar ini tergabung dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Demak. Kita ikut memberi bantuan dan ikut mengevakuasi masyarakat terdampak," jelasnya.
Makhzum mengungkapkan, perkiraan kerugian yang dialami KUA Karanganyar tersebut sekitar Rp267 juta, akibat kerusakan alat elektronik seperti laptop, komputer, printer, kursi, meja, lemari, kursi, sound system balai nikah, dan gedung.
Meski dokumen-dokumen KUA Karanganyar terselamatkan, Makhzum mengaku akan lebih siap jika terjadi musibah serupa di kemudian hari. "Ke depan, jika terjadi curah hujan yang tinggi dan menimbulkan banjir, maka yang bisa dilakukan adalah memindahkan dokumen-dokumen ke lantai 2 gedung sebelah. Kebetulan di samping KUA ini ada gedung FKDT Karanganyar," pungkasnya.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



