Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur menerima kunjungan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) di kantornya, Selasa (29/8/2023).
Dalam kesempatan itu, Waryono mengatakan, POROZ mesti memaksimalkan jaringan Ormas dalam pemetaan amil dan mustahik.
"Saya ingin menanyakan apakah POROZ sudah memetakan jumlah amil dan muzaki di Ormas masing-masing? Kalau belum, saya rasa perlu dilakukan," ujar Waryono.
Pemetaan tersebut, lanjut Waryono, bertujuan agar jumlah amil dengan muzaki tidak timpang.
"Jangan sampai ada surplus amil. Karena, apabila ada sertifikasi amil, akan menjadi mulghah. Terlalu banyak kemudian menjadi tidak berguna," ucapnya.
Selain itu, ia juga membahas pemetaan unsur Kampung Zakat serta sertifikasi profesi kepada pengelola zakat dan wakaf.
Waryono berharap, pemetaan ini dapat dilakukan Kementerian Agama melalui kolaborasi bersama POROZ dan jaringan Ormas di bawah naungannya.
Sementara itu, anggota POROZ perwakilan dari LAZISMU, Edi Muktiono menyampaikan kurangnya aktualisasi potensi zakat dan amil yang tersertifikasi. Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian, demi terwujudnya penghimpunan dan pendistribusian zakat yang profesional.
"Saya rasa perlu diperbanyak amil yang tersertifikasi dalam penghimpunan dan pendistribusian yang profesional dan merata," tutur Edi.
Kunjungan itu juga dihadiri seluruh Kasubdit, Kasubag TU, dan jajaran staf di Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, serta 16 anggota POROZ.
Fn/Mr



