Jakarta, Bimas Islam -- Kolaborasi dan inovasi menjadi kata kunci dalam kunjungan silaturahmi Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa, (10/10/2023). Direktur Utama STF, Amelia Fauzia bersama tim disambut hangat oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin, Jakarta.
STF adalah lembaga non-struktural UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdiri sebagai lembaga sosial dan kemanusiaan sejak tahun 2012 yang bekerja atas dasar non-profit, transparan, dan akuntabel. Empat pilar program yang menjadi fokus STF adalah; Charity (Amal), Advocacy (Advokasi), Research (Riset), dan Endowment (Wakaf).
Sejak dilantik tanggal 11 Agustus 2023, Waryono mulai melakukan pemetaan stakeholder eksternal dan internal yang memiliki program saling bersinggungan.
Mengawali arahannya, Waryono mengatakan, saat ini pihaknya berkomitmen dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk menyusun peta jalan zakat dan wakaf.
"Jika diimplementasikan dengan baik, peta jalan zakat wakaf ini bisa menjadi katalisator yang penting dalam mengakselerasi pembangunan sosial dan ekonomi. Bersama-sama dengan STF nanti kita menyusun peta jalan zakat wakaf," ujarnya.
Waryono menyebut, filantropi Islam di kampus memiliki potensi yang sangat besar. Perguruan tinggi merupakan lembaga negara, maka harus mengikuti konstitusi negara. Pelayanan harus berbasis regulasi, tapi bisa bergerak dengan melakukan inovasi.
"Kami berharap sinergi dan kolaborasi menghasilkan hasil yang besar dari pada sendiri-sendiri," ungkap Waryono.
Sementara itu, Amel Fauzia mengatakan, STF sudah menjadi UPZ BAZNAS sejak 13 Februari 2023. Hasil riset praktik filantropi Islam di Perguruan Tinggi di Indonesia, Sejak 1999-2022, total jumlah perguruan tinggi yang memiliki lembaga/organisasi filantropi adalah 51, baik PTN, PTKIN, PTS, dan PTKIS.
"Umumnya bentuk kelembagaan filantropi Islam ada enam jenis, yaitu Yayasan, UPZ, MPZ, Pusat Studi, masjid kampus dan laboratorium, dan bentuk pemberdayaan ZISWAF adalah kluster layanan sosial, layanan pendidikan, layanan dakwah, layanan pemberdayaan ekonomi, dan layanan riset dan advokasi," paparnya.
Filantropi Islam, imbuhnya, sangat mendukung peran ekstensif perguruan tinggi dalam pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat dan aksi aksi kemanusiaan. Selain itu, praktik filantropi menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk menjadi
safety net(jaring pengaman) bagi civitas academica.
"Kami akan terus berinovasi dan berharap bisa berkolaborasi dengan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf di bawah kepemimpinan Prof. Waryono," ungkapnya.
Acara tersebut juga dihadiri Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf Andi Yasri, Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Wida Sukmawati, Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat Muhibuddin, Kasubdit Pengamanan Aset Wakaf Zainuri, dan Direktur Program STF Sri Hidayati, beserta staf.
Andayani/Mr



