Padang, Bimas Islam --- Hujan mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak sore menjelang Maghrib, Minggu (15/11/20). Suasana sejuk langsung menyeruak. Menambah suasana khusyuk di sekitar Masjid Raya Sumatera Barat yang terletak di jantung Kota Padang.
Hujan yang cukup deras rupanya tak membuat masyarakat surut untuk melangkah menuju masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu. Anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua berduyun-duyun menuju tempat duduk bertenda yang disediakan oleh Panitia MTQ Nasional XXVIII tahun 2020.
Masyarakat berduyun-duyun dengan rapi. Dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Mereka mengenakan masker, menggunakan hand sanitizer yang disediakan di banyak sudut di tempat musabaqah, juga duduk berjarak sekitar lima puluh sentimeter demi mematuhi protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Usai Isya', mereka duduk rapi dengan tatapan tertuju kepada satu arah: mimbar tilawah. Sebagian mengarahkan pandangan ke dua layar lebar yang berada di sisi kanan-kiri panggung bagian depan. Semuanya menatap khusyuk. Tak ada suara gaduh.
Ketika satu demi satu peserta MTQ Nasional XXVIII tahun 2020 cabang Tilawah Dewasa tampil di atas Mimbar Tilawah Masjid Raya Sumbar, suasana khusyuk kian mudah dirasakan. Tak ada satu pun suara obrolan.
Hanya ada suara tilawah dari peserta yang tengah membacakan ayat sesuai dengan maqro' yang diambil. Masyarakat yang menonton khusyuk menyimak, menikmati lantunan ayat suci Al-Qur'an, seakan memahami maknanya.
Ketika suara merdu para peserta melengking menggetarkan hati setiap yang mendengarkan, seketika terdengar nama Allah disebut oleh masyarakat yang menonton.
"Allah...." kata masyarakat yang menonton, kompak tanpa dikomando.
Saat lengkingan tilawah kian syahdu nan menggetarkan hati, lafal Allah seketika berubah menjadi pekikan takbir.
"Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..." sahut masyarakat yang menonton, dengan nada takjub.
Sungguh pemandangan yang menggetarkan hati. Saat banyak orang berduyun-duyun menyaksikan tontonan pengundang syahwat di panggung hiburan, masih ada masyarakat yang rela menerjang hujan deras demi mendengarkan bacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan dengan indah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



