Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, berencana memperkuat literasi wakaf di Indonesia melalui kerja sama dengan organisasi masyarakat (Ormas) besar, seperti Muhammadiyah. Waryono melihat dukungan dari Ormas sebagai kunci percepatan, karena mereka memiliki jaringan dan basis yang langsung terhubung ke masyarakat.
Hal itu disampaikan Waryono dalam acara Strategi Pendayagunaan Wakaf Muhammadiyah di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (29/10/2023).
"Butuh dukungan dari organisasi masyarakat yang besar seperti Muhammadiyah, terutama untuk meningkatkan partisipasi wakif, khususnya di kalangan anak muda," ungkapnya.
Selanjutnya, Waryono mengusulkan penyusunan peta jalan wakaf bersama Muhammadiyah, yang nantinya bisa diimplementasikan dalam berbagai program untuk memaksimalkan potensi wakaf di Indonesia. "Kami mengajak Muhammadiyah untuk menyusun dan menerapkan peta jalan wakaf sehingga percepatan wakaf dapat mencapai tingkat optimal," tambahnya.
Waryono juga menyadari pentingnya memaksimalkan literasi wakaf, terutama di kalangan pensiunan, yang memiliki motivasi lebih tinggi dalam berwakaf selain memiliki stabilitas ekonomi yang cukup mapan.
"Literasi wakaf perlu merangkul pensiunan yang memiliki sumber daya finansial lebih, sehingga mereka perlu dimasukkan dalam pemetaan wakaf," terangnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Trisno Raharjo menggarisbawahi pentingnya advokasi dalam menangani sengketa wakaf Muhammadiyah sebagai langkah strategis.
"Kita perlu melakukan advokasi dalam konteks wakaf dengan pembentukan majelis hukum-advokasi guna kolaborasi dalam penanganan dan pemetaan aset wakaf," tandasnya.
Ba/Mr



