Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Wida Sukmawati menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan literasi zakat dan wakaf masyarakat, salah satunya melalui kolaborasi dengan berbagai kalangan, termasuk Milenial dan Gen Z.
Hal itu disampaikannya pada wartawan bimasislam di Jakarta, Kamis (5/10/2023).
"Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat dan berwakaf, diperlukan kolaborasi dengan BAZNAS, BWI, Pemda, Kementerian Keuangan, Bappenas, Pesantren, Perguruan Tinggi, dan semua lapisan masyarakat seperti generasi tua, Milenial, dan Gen Z," katanya.
Lebih lanjut Wida menjelaskan, masyarakat perlu diberi edukasi bahwa zakat dan wakaf tidak hanya dilakukan untuk menggugurkan kewajiban agama, melainkan juga upaya membangun bangsa dan negara dengan sistem ekonomi umat.
"Literasi masyarakat harus ditingkatkan bahwa zakat (dan wakaf) tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban agama tapi usaha untuk membangun bangsa. Dengan berzakat dan wakaf, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin khususnya," jelasnya.
Wida juga mengungkapkan, meski indeks kedermawanan masyarakat Indonesia paling tinggi di dunia, namun literasi zakat dan wakaf masyarakat masih tergolong rendah. Sehingga, dana umat belum bisa dimaksimalkan untuk pengentasan kemiskinan.
"Jika literasi zakat dan wakaf meningkat, masyarakat akan banyak yang berzakat dan berwakaf. Semakin banyak masyarakat berzakat dan berwakaf, semakin banyak dana terkumpul. Dana zakat dan wakaf banyak terkumpul, makin banyak angka kemiskinan bisa dientaskan," ujarnya.
Ba/Mr



