Pangkalpinang --- Menag Fachrul Razi secara resmi menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII)-VII di Ballroom Novotel Bangka and Convention Center, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Jum'at (28/2/20) malam.
Dalam sambutannya di hadapan 1000 peserta, Menag mendukung adanya pertemuan umat Islam tingkat dunia untuk menangkal Islamphobia (ketakutan terhadap Islam).
Menurutnya, ketakutan terhadap Islam terjadi karena adanya ketidaktahuan. Karena itu, solusinya adalah dengan memberikan pemahaman yang benar.
"Mungkin suatu waktu kita perlu mengajak dunia bagaimana agar dunia tahu tentang Islam yang sebenarnya. Sehingga dengan hal itu, Islamphobia akan hilang." kata Menag, disambut tepuk tangan peserta.
Agenda pertemuan ulama sedunia ini, lanjut Menag, perlu diinisiasi oleh Indonesia sebagai negara dengan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Indonesia melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa menjadi garda terdepan dalam menjelaskan Islam yang benar kepada dunia.
"Indonesia yang memiliki ummat Islam terbesar yang memiliki MUI mengajak sebagai motor negara-negara di seluruh dunia untuk sama-sama back to Islam, kembali kepada Islam," tambahnya.
Menag juga menyebutkan, alasan lain adanya Islamphobia disebabkan adanya oknum yang mengajarkan Islam secara keliru. Alhasil, ajaran Islam tidak diajarkan sebagaimana mestinya.
"Tunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu seperti ini. Jadi yang dilakukan si A, si B itu salah. Kembalilah dan tunjukkan Islam yang sesungguhnya," tutur Menag.
Dalam sambutan penutupan KUII-VII secara resmi, Menag juga menyampaikan kecaman terhadap kekejaman yang dialamatkan oleh Pemerintah India kepada umat Islam di India.
(pb/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



