Hal itu disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bimas Islam Kemenag 2024, di Jakarta, Sabtu (24/2/24) malam.
“Beberapa hari yang lalu, kita dikagetkan oleh gerakan Metamorfoshow di TMII berkedok Isra Mikraj, kegiatan ini terindikasi dari sebuah organisasi yang sudah dilarang di Indonesia,” papar Wamen.
Menurutnya, keberadaan organisasi dan gerakan yang mengingkari empat pilar kebangsaan itu perlu diwaspadai, karena akan merusak ideologi bangsa.
“Untuk mengantisipasi gerakan itu, kita perlu meningkatkan kolaborasi berbagai pihak terutama dari kalangan cendekiawan, ulama, hingga para pemikir-pemikir Islam,” ujar Wamen.
Wamen juga meminta Penyuluh Agama Islam di seluruh Indonesia untuk mempertajam analisa dalam membaca fenomena sosial-keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Bimas Islam harus menjadi motor penggerak menciptakan lingkungan yang kondusif melalui sebuah pendekatan-pendekatan inklusif dan progresif,” pesan Wamen.
Rakernas Ditjen Bimas Islam 2024 yang berlangsung Jumat-Minggu, 23-25 Februari 2024 di Jakarta ini diikuti 250 orang yang terdiri dari unsur Pejabat Eselon I lingkup Kemenag, Kabid pada fungsi Bimas Islam Kanwil Kemenag di 34 provinsi, pejabat Eselon II, III, IV, dan pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam, BAZNAS, Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), serta 1.000 peserta lainnya, terdiri dari Kakankemenag kabupaten/kota se-Indonesia beserta jajarannya.
An/Mr



