Bandung Barat, Bimas Islam -- Kementerian Agama menekankan pentingnya pendidikan dan ekonomi sebagai upaya percepatan mustahik menjadi muzaki.
Hal itu disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa), Waryono saat berkunjung ke KUA Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/10/2023).
“Salah satu kunci untuk mempercepat kedudukan mustahik menjadi muzaki yaitu menekankan pentingnya pendidikan dan ekonomi kepada penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat,” ujarnya.
Terkait itu, Waryono juga mendorong para penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk menjadi mentor bagi pelaku usaha lainnya.
“Merupakan langkah penting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di antara para pelaku usaha agar program terus berlanjut,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan memberi fasilitas berupa pembuatan profil usaha yang dikembangkan para penerima manfaat.
“Profil usaha itu akan menjadi portofolio Kementerian Agama dalam mempromosikan program pemberdayaan ekonomi yang dapat diadopsi dan dijadikan rujukan di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Waryono menambahkan, pelaporan perkembangan usaha diperlukan untuk mengukur dampak positif program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat.
“Karenanya, pendampingan usaha para penerima manfaat harus terus dilakukan. Bahkan, pendampingan juga dapat menggandeng institusi perguruan tinggi, seperti ITB, agar bisa memperkuat kelanjutan program pemberdayaan ekonomi,” pungkasnya.
Andayani-Wcp/Mr



