Padang, Bimas Islam --Memasuki hari kedua lomba cabang Syarhil Quran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII, Senin (16/11) 12 group peserta siap unjuk kebolehan di depan dewan hakim.
Seperti disampaikan Koordinator Venue, Efi Yoskar sebelum melenggang ke panggung peserta harus melakukan finger print untuk memastikan kesesuaian data peserta dengan data saat registrasi pertama.
"Untuk babak penyisihan hari kedua ini semua peserta hadir lengkap. 6 group tampil pagi dan 6 group lagi tampil siang. Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat," ungkap Efi didampingi.
Dari 12 peserta yang tampil hari ini utusan Kalimantan Timur tampil beda dan unik. Peserta yang terdiri Zulfikar, Aji Nurferdian dan Diki Andika Putra mengiringi penampilannya dengan beat box. Shalawat yang mereka bawakan jadi enak didengar, diiringi tepuk tangan penonton.
Zulfikar yang berinisiatif mewarnai penampilan mereka dengan beatbox mengaku optimis untuk bisa lolos ke babak final. Mereka sudah mempersiap beat box jauh-jauh hari dan ini juga yang mengantarkan mereka ke tingkat nasional.
"Untuk materi kita sudah mempersiapkan 2 (dua) bulan lalu, karena ada 4 materi yang diberikan LPTQ pusat, dari 4 materi salahsatunya akan kita pilih saat tampil hari ini minimal 16 jam sebelum waktu tampil," ungkapnya.
Diakui Zulfikar perasaannya campur aduk awalny gugup tapi senang juga kita bisa membanggakan Kaltim di tingkat nasional. Mereka berharap bisa memberikan yang terbaik untuk daerah mereka.
Sementara pelatihnya, Wiwik Angranti mengatakan tema yang didapat timnya etika berkomunikasi di Media Sosial. Untuk membuat materi ia merujuk ke beberapa buku dan isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat.
Dikatakan Wiwik media sosial itu memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya media sosial membuat seluruh akses lebih mudah dan dampaknya juga mengkhawatirkan terhadap generasi muda," ungkapnya disela-sela penampilan peserta.
(sumbar.kemenag.go.id)



