Bogor, Bimas Islam --- Kasubbag Tata Usaha Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Juli Susanto berharap sudah bisa menggunakan gedung produksi baru di tahun 2022. Hal tersebut ia ungkapkan ketika ditemui Bimasislam di ruang kerjanya, Kantor UPQ, Jalan Raya Puncak, Ciawi , Bogor, Jumat (24/01).
“Kami sudah mengajukan anggaran untuk pembangunan gedung dan perlengkapan mesin kepada Ditjen Bimas Islam, skema pembiayaannya melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” ujar Juli.
Gedung baru yang direncanakan itu, berlokasi persis di ruang produksi UPQ saat ini. Dengan luas lahan sekitar 1,7 hektar dan berada di area UPQ sekarang, Juli berharap gedung dan peralatan mesin yang baru itu dapat memenuhi target UPQ untuk mencetak dan mendistribusikan kitab suci Alquran ke seluruh Indonesia.
“Selain itu juga ada target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Sektor ini juga bisa berakselerasi melalui fasilitas gedung produksi dan mesin yang memadai,” ujar dia.
Selain memproduksi Alquran, area UPQ juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata religi. Umumnya pengunjung terdiri dari sekolah, perguruan tinggi, majelis taklim, hingga ormas Islam.
Di area UPQ, pengunjung wisata akan mendapat penjelasan terkait alur percetakan Alquran, serta melihat proses pencetakan Alquran diruang produksi. Untuk itu, dikatakannya, gedung dan area UPQ mesti didukung dengan konsep roduksi namun sesuai dengan kebutuhan wisata. “Terlebih UPQ berlokasi di kawasan Puncak yang memang merupakan daerah wisata,” ujarnya.
Saat ini, unit pelaksana teknis Kementerian Agama itu mempekerjakan tujuh orang PNS dan 107 tenaga honor. Mereka menargetkan, tahun 2020 ini dapat mencetak 630 ribu mushaf Alquran dan Surat Yasin untuk dibagikan ke seluruh wilayah di tanah air.
(Ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



