Kampung Wakaf ini merupakan langkah untuk mengoptimalkan aset wakaf yang dikelola oleh Rumah Wakaf, dengan potensi pengembangan yang dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Waryono mengungkapkan keyakinannya bahwa tanah wakaf memiliki potensi menjadi solusi bagi masalah pendidikan, kemiskinan, dan kesehatan masyarakat.
"Masyarakat sangat menunggu hasil wakaf ini. Ada persoalan pendidikan, kemiskinan, dan kesehatan, Insyaallah, akan terselesaikan dengan aset wakaf produktif dengan syarat dikelola nazir profesional," ujar Waryono.
Waryono mendorong nazir (pengelola wakaf) untuk bersikap profesional dalam memproduktifkan aset wakaf, sehingga akan berdampak pada peningkatan potensi alam lokal, pembentukan ekosistem ketahanan pangan, dan penciptaan potensi ekonomi baru.
"Keberadaan tanah wakaf ini patut disyukuri umat Islam. Sebab, masyarakatnya diberi modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat melalui zakat dan wakaf," tambahnya.
Waryono juga menekankan bahwa undang-undang telah mendukung pengelolaan wakaf di Indonesia, dan Kemenag berkomitmen menjadikan wakaf sebagai solusi bagi persoalan ekonomi masyarakat.
"Semoga kehadiran kami di Rumah Wakaf ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk berwakaf. Wakaf sosial bagi masyarakat Indonesia," paparnya.
Kampung Wakaf, seperti Kebun Produktif di Desa Mekarmanik, secara berkala melibatkan pemberdayaan petani lokal dan melibatkan tenaga ahli pertanian untuk menjaga tata kelolanya. Dalam periode 2-3 bulan, Kebun Wakaf ini telah berhasil menghasilkan 1,2 ton bawang merah dan mendirikan pasar khusus untuk jahe yang dikirim ke Malaysia. Selain itu, kebun ini juga telah berhasil memproduksi kopi dalam skala tahunan.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



