Pria berusia 24 tahun ini mengatakan, dirinya menghadapi 30 delegasi berbagai negara. Ia mengungkapkan, berhasil mewakili nama bangsa merupakan salah satu bentuk dari keberkahan Al-Qur'an.
"Berkah Al-Qur'an begitu nyata. Selain itu, ini juga merupakan berkah dari doa orang tua tersayang, istri tercinta, keluarga, dan guru-guru. Sehingga, akhirnya saya bisa menjadi delegasi Indonesia," katanya, Selasa (21/11), kepada wartawan Bimas Islam.
Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini rupanya sudah punya jam terbang tinggi. Ia tercatat sebagai pemenang dalam berbagai perlombaan Tahfidzul Al-Qur'an di tingkat nasional bahkan tingkat internasional. Tak heran, Agung sudah menghafal Al-Qur'an selama lebih dari 11 tahun.
"Dalam cabang Tahfiz Qur'an, saya sudah sering ikut. Mulai dari umur 13 tahun saya mengikuti cabang 1 hingga 30 Juz," ujarnya.
Alumnus PPTQ Al Imam Ashim Makassar ini menyebut, dirinya menghafal Al-Qur'an berkat dorongan orang tua. Berbagai tantangan dihadapinya selama proses pendalaman Al-Qur'an, termasuk melawan sifat menunda-nunda untuk mengulangi hafalan.
"Dulu, orang tua saya ingin memasukkan anaknya ke pondok Tahfidzul Qur’an. Maka dari itu, masuklah saya di PPTQ Al-Imam Ashim Makassar," terangnya.
Ia berharap, pencapaiannya di ajang internasional ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai Al-Qur'an. "Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai Al-Qur'an dan menghafalnya," pungkasnya.
Msk/Mr



