"Dengan semangat untuk terus berbenah dan terus memperbaiki diri, Dev-X yang kita laksanakan harus kita maknai pada hakikatnya bagaimana pengalaman berbakti, mengabdi, dan melayani kita tunjukkan kepada seluruh warga negara Indonesia, inilah wajah Kementerian Agama hari ini," ujar Wamenag saat menutup acara, Minggu (7/1/2024).
"Dev-X ini menandai kultur baru Kementerian Agama. Dev-X adalah penanda semangat keterbukaan serta keberanian yang ditempuh oleh Gus Menteri untuk melakukan terobosan, transformasi yang menunjang pada peningkatan dan perbaikan seluruh kinerja dari Kementerian Agama," lanjutnya.
Wamenag menjelaskan, pengambilan lokasi Dev-X di JCC yang merupakan tempat strategis serta pelibatan banyak stakeholder menjadi sebuah bentuk keterbukaan bagi Kementerian Agama.
Wamenag juga menuturkan Dev-X yang dipenuhi nuansa digitaliasi merupakan bentuk penyadaran bahwa Kementerian Agama terus berjalan ke depan. Sehingga, berbagai macam transformasi, terutama cara berkomunikasi harus adaptif dengan perkembangan zaman. "Media mainstream dan media sosial harus menjadi bagian penting kita dalam berkomunikasi dan menjangkau umat," ungkapnya.
Wamenag juga mengungkap pentingnya memberi kesempatan kepada ASN-ASN Kemenag muda untuk menjadi tulang punggung bagi berbagai inovasi ke depan bagi Kementerian Agama.
"Ada 31.714 ASN Kemenag yang usianya di bawah 39 tahun. Tentunya mereka inilah yang memiliki karakteristik moderat, adaptif, inovatif, kolaboratif, dan produktif. Mereka lah yang 10 tahun mendatang akan memimpin," jelas Wamenag.
Kehadiran Wamenag disambut dengan kemeriahan dialog lintas agama yang dibawakan oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar (Islam), Onadio Leonardo (Katolik), Bhante Dhirapunno (Buddha), dan Boris Bokir (Kristen). Acara Dev-X ditutup dengan penampilan seni dari Marcello Tahitoe.
(Kemenag.go.id)
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



