Bogor, Bimas Islam --- Memasuki masa awal penerapan protokol Normal Baru (New Normal) Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi melakukan peninjauan kerja ke Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama, di Ciawi Bogor, Selasa (16/06).
Keberadaan UPQ Kementerian Agama, sebagai salah satu unit kerja yang bertugas memenuhi kebutuhan Mushaf Al-Qur'an di Indonesia didorong Wamenag untuk terus bekerja secara profesional guna menghasilkan kualitas produksi yang bermutu dan baik.
“Dengan mengikuti protokol normal baru saat ini, saya berharap agar UPQ tetap menjaga aspek profesionalitas kerja sekaligus dapat menghasilkan output produksi yang memiliki kualitas bermutu dan baik”, ucap Wamenag.
Kehadiran Wamenag yang didampingi Sesditjen Bimas Islam Tarmizi, Kepala Perencanaan Setjen Kemenag Ali Rokhmad dan Kepala UPQ Ciawi Jamaluddin M Marki, sempat mengikuti alur percetakan Al-Qur'an, mesin cetak web goss, mesin jahit otomatis, mesin paperblocking, mesin case masker, mesin gathering, mesin sheet dan mesin jahit semi otomatis.
Ditambahkan Wamenag, guna memenuhi tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, perlu dilakukan pengembangan UPQ dalam beberapa hal, diantaranya dukungan atas peningkatan aspek kuantitas produksi, modernisasi alat produksi, serta prasarana seperti tata ruang dan tata bangunan yang berada di lingkungan produksi. Khusus kemampuan produksi cetak Al-Qur'an di UPQ Ciawi ini berkisar 1 juta eksemplar per tahun. Sementara kebutuhan Al-Qur'an umat Islam Indonesia itu mencapai 4-5 juta setiap tahunnya.
“Kebutuhan masyarakat atas UPQ, menurut hemat kami perlu diusahakan pengembangannya pada tiga aspek, antara lain peningkatan jumlah cetak mushaf Al-Qur'an yang saat ini baru mampu 1 Juta harus bertambah hingga 4-5 juta eksemplar”, tambah Wamenag.
Menurut Wamenag, dalam proses itu jika diambil 10 persen saja dari jumlah umat Islam di Indonesia, mestinya sekitar 21 juta, dan ini masih jauh dari ideal, karenanya pemerintah akan memberi perhatian yang besar untuk UPQ ini.
Selain itu, Wamenag juga memerhatikan aspek mesin-mesin atau alat produksi yang perlu dimodernisasi sesuai dengan era kemajuan saat ini, hingga aspek bangunan yang menjadi wajah terdepan dari tata ruang yang ada di wilayah produksi.
(Syafaat-Jamal Marky)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



