Wamenag mengatakan, penyuluh agama memegang peran kunci sebagai pembimbing umat, membimbing masyarakat menuju kehidupan yang aman dan sejahtera. Hal tersebut harus didukung dengan apresiasi dan penghargaan.
“Agar tercapai tingkat kualitas SDM yang diinginkan, diperlukan support system, di mana gaji atau honorarium menjadi salah satu faktor penting. Jika gaji tidak mencukupi kebutuhan tersebut, pegawai mungkin mencari pekerjaan tambahan, mengakibatkan kurangnya fokus pada pekerjaan utama,” ujar Wamenag.
Peningkatan honorarium, menurutnya, menjadi penting mengingat beban tugas penyuluh agama yang meningkat di era pembangunan. Penyuluh agama tidak hanya berperan sebagai pendamping masyarakat melalui pencerahan agama, tetapi juga berperan sebagai motivator pembangunan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Selain itu, mereka berperan dalam mengatasi hambatan dalam pembangunan, khususnya dampak negatif dari perkembangan masyarakat yang dinamis. Penyampaian informasi kepada masyarakat dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, dengan pendekatan agama," tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Ia mengatakan, Kenaikan honorarium Penyuluh Agama Islam dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran Kementerian Agama (Kemenag) menjadi Rp1,5 juta.
“Walaupun belum memenuhi standar kebutuhan hidup layak pada masing-masing daerah sebagaimana ditentukan dalam Upah Minimum Regional, namun upaya ini merupakan bukti keseriusan Kementerian Agama dalam menjalankan amanah UUD 1945 pasal 27 ayat 2, bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,” pungkas Wamenag.
Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Dalam Pengembangan Kampung Moderasi Jakarta Timur dihadiri Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Amirullah; Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf Kantor Wilayah DKI Jakarta, Slamet Abadi; Kepala Kantor Kemenag Jakarta Timur, Zulkarnain; dan narasumber dari praktisi dan akademisi. Peserta acara ini terdiri dari sekitar 100 Penyuluh Agama Islam di Kota Jakarta Timur.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



