Magelang, Bimas Islam-- Praktik moderasi beragama terlihat di sekitar Candi Mendut, Magelang. Abdul Haris, pemilik tempat cucian mobil beragama Islam, menyediakan lahan parkir gratis bagi umat Buddha yang merayakan Hari Raya Waisak 2568 B.E/2024 M.
"Setiap tahun, saya melihat mereka kesulitan mencari tempat parkir. Saya punya lahan parkir yang cukup luas di tempat cucian saya. Daripada kosong, lebih baik digunakan untuk membantu umat yang kesusahan," ujar Haris pada wartawan, Kamis (23/5/2024).
Haris mengaku, dirinya tidak merasa keberatan dengan inisiatif yang dilakukannya. "Saya hanya menyediakan lahan. Tidak apa-apa. Ikhlas," tambahnya.
Aksi ini mendapat sambutan hangat dari umat Buddha yang merasa sangat terbantu. Setiap tahun, Candi Mendut menjadi pusat perayaan Waisak yang menarik ribuan umat Buddha dari berbagai daerah. Namun, persoalan parkir sering kali menjadi kendala akibat kepadatan arus lalu lintas dan penutupan jalan.
Dengan adanya inisiatif dari Abdul Haris, umat Buddha dapat lebih nyaman dan tenang dalam menjalankan ibadah mereka. Hal ini mencerminkan bagaimana toleransi dan gotong-royong antarumat beragama masih kuat di masyarakat.
Selain itu, Abdul Haris juga merasakan berkah dari perayaan Hari Waisak ini. Menurutnya, perayaan ini memberi dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kisah Abdul Haris ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk selalu mengedepankan kebersamaan dan saling membantu, terlepas dari perbedaan keyakinan. Moderasi beragama bukan hanya sebuah konsep, tetapi juga aksi nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.
Msk/Mr



