"Literasi zakat pada instansi atau lembaga (pemerintahan) perlu diperkuat, mengingat potensi pengumpulan zakat mencapai Rp14,6 triliun tiap tahunnya, namun sampai awal Desember 2023 hanya terkumpul Rp220 miliar," jelas Waryono pada wartawan bimasislam di Jakarta, Rabu (6/12/2023).
Waryono mengatakan, penguatan literasi zakat tersebut dapat dilakukan dengan memperbanyak kegiatan ceramah dengan menghadirkan ustaz kenamaan.
"Penguatan literasi zakat pada instansi dan lembaga mesti menghadirkan ustaz. Karena menurut data, 48,8% rujukan kelompok tersebut dalam mendapatkan literasi zakat adalah melalui ceramah keagamaan," paparnya.
Waryono mengungkapkan, peningkatan literasi zakat bagi instansi dan lembaga melalui media elektronik seperti radio dan televisi baru mencapai 6,4%. Sementara, peningkatan literasi zakat pada instansi melalui media cetak seperti koran dan majalah baru mencapai 2,2%.
Meski konten media sosial bertebaran di dunia maya, namun menurut Waryono, transimisi pengetahuan zakat pada instansi masih kalah jauh dari transmisi pengetahuan melalui ceramah agama. "Literasi zakat pada instansi melalui media baru 17,1%, sedangkan melalui ustaz atau pencerah menempati angka 48,8%," pungkasnya.
Ba/Mr



